Delegasi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc., yang juga merupakan dosen Fakultas Geografi UGM memaparkan hasil kajiannya terkait “Digital Transformation in Geography Teaching and Learning at UGM: Experiences and Perspectives” dalam Annual Meeting of Asia and ASEAN Center for Educational Research, pada Rabu (07/01/26) hingga Kamis (08/01/26) di Chiba University, Jepang.
Dalam pertemuan ilmiah tersebut, ia membicarakan soal transformasi digital dalam pendidikan tinggi melampaui adopsi teknologi, serta mencakup reorientasi metodologi pembelajaran, kurikulum, dan infrastruktur akademik.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara menggandeng Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada untuk memberikan pelatihan hidrologi bagi sektor pertambangan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (10/02/26) hingga Rabu (12/02/26).
Pelatihan Dasar Hidrologi dan Meteorologi yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan tim instruktur dari Fakultas Geografi UGM yakni Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech. dan Dr. Ahmad Cahyadi, M.Sc.
Dr. Tjahyo menjelaskan, dalam kegiatan pertambangan aspek hidrologi berkaitan erat dengan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari desain tambang, pemodelan bahaya, analisis risiko dan mitigasi bencana, hingga perencanaan lingkungan berkelanjutan serta penyediaan kebutuhan air untuk operasional tambang. Seluruh aspek tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam materi pelatihan yang diikuti sebanyak 11 peserta.
Ekspedisi EGSA 2026 kembali diselenggarakan sebagai bagian dari realisasi program kerja Divisi Penelitian dan Pendidikan oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada melalui Environmental Geography Student Association (EGSA) pada Sabtu (03/01/26) hingga Rabu (07/01/26) di Kecamatan Sawangan, Magelang.
Pada tahun ini, Ekspedisi EGSA diikuti oleh 70 mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Geografi Lingkungan angkatan 2024 dan 2025 dengan mengusung tema “Sawangan Suwarnadwipa: Unearthing the Living Heritage of Merbabu”.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan OLGENAS International Geolympiad 2026, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan GeoTalk pada Rabu (21/01/26) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM.
Pada tahun ini, GeoTalk mengangkat tema “Exploring Potential on the Ring of Fire: A Geological Diversity-Based Approach to Tourism and Natural Heritage Management.” Tema tersebut membahas potensi geodiversity di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas geologi tinggi sekaligus memiliki kekayaan bentang alam dan warisan geologi yang bernilai tinggi.
Konsorsium Indonesia–Belanda melalui Indonesia–Netherlands Universities Consortium on Sustainable Futures (INUCoST) menargetkan dua luaran utama berupa artikel jurnal internasional dan buku referensi hasil penelitian. Riset tersebut turut melibatkan tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kajian Smart Cities and Digital Inclusion berjudul “Towards Smart Cities and Smart Urbanism: A Study on Citizen Knowledge, Democratic Governance, and Inclusive Development in IKN and Its Surrounding Areas”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung program perhutanan sosial di wilayah kerja Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin (09/02/26) sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Unit Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Geografi UGM, Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen Fakultas Geografi UGM untuk mendukung berbagai program yang dicanangkan Balai Perhutanan Sosial, khususnya yang berkesinambungan dengan bidang keilmuan geografi.
Prof. Dr. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (10/02/26) di Balai Senat UGM.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pembangunan Wilayah dalam Perspektif Geografi: Mengintegrasikan Ruang, Lingkungan, dan Keadilan Sosial”, ia menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak dapat dipahami semata dari sudut pandang ekonomi dan infrastruktur, melainkan harus menyatukan antara ruang, daya dukung lingkungan, dan distribusi keadilan guna menghadapi tantangan global yang kompleks.
Kebutuhan akan pemahaman mendalam terkait isu pembangunan berkelanjutan dan net zero development kian krusial. Pengetahuan ini tidak cukup berhenti pada tataran kebijakan maupun diskusi para pakar, melainkan perlu menjangkau masyarakat luas agar terbentuk kesadaran kolektif. Dalam konteks tersebut, sektor pendidikan memegang peranan strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku serta pola pikir lintas generasi.
Hal ini disampaikan Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam kegiatan Indonesia Net Zero Networks Seminar yang diselenggarakan Fakultas Geografi UGM sebagai implementing partner bersama University of Leeds, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Resilience Development Initiative pada Senin (26/01/26) di Yogyakarta.
Sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan angkatan 2023 dan 2024 melakukan kunjungan ke sejumlah instansi selama tiga hari, Senin (26/01/26) hingga Rabu (28/01/26). Melalui tema “Integrating Spatial Planning and Resource Management: Developing Environmental Collaboration”, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung sekaligus pengenalan dunia kerja khususnya di bidang geografi.
Instansi yang dikunjungi meliputi Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, PT Perikanan Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (27/01/26) di Ruang A201 Fakultas Geografi UGM. Kunjungan akademik ini dilaksanakan dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian antar kedua institusi.
Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk melanjutkan serta memperluas kemitraan yang telah terjalin sebelumnya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menyepakati sejumlah tindak lanjut, termasuk pembaruan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tingkat universitas (University-to-University/U-to-U), yang difasilitasi dan disaksikan oleh Fakultas Geografi UGM dan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM.

