Sebanyak empat mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program pertukaran pelajar Twin College Envoys (TWINCLE) Summer Program 2026 yang diselenggarakan oleh Chiba University, Jepang, melalui beasiswa Japan Student Services (JASSO) pada Minggu (5/9/26) hingga Jumat (7/9/26). Keempat mahasiswa tersebut adalah M. Fahri Alfarizi Raswen dari Program Magister Penginderaan Jauh, Ariq Zaidan dari Program Sarjana Geografi Lingkungan, serta Maria Gabrielin C. dan Nashriyyah Nur Imani dari Program Sarjana Pembangunan Wilayah.
Rangkaian kegiatan TWINCLE Summer 2026 tengah dilaksanakan secara daring dan luring. Pada sesi daring, peserta mengkaji isu-isu lingkungan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) 15: Life on Land. Kegiatan kemudian dilanjutkan secara luring di Kampus Chiba University yang berlangsung selama satu bulan.
Dalam program ini, turut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain delegasi UGM yang mewakili Indonesia bersama perwakilan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), peserta juga berasal dari sejumlah universitas ternama di kawasan Asia Tenggara. Di antaranya adalah Chulalongkorn University, Kasetsart University, King Mongkut’s University of Technology Thonburi, serta Mahidol University dari Thailand; University of San Carlos dari Filipina; Vietnam National University of Education dari Vietnam; hingga Royal University of Phnom Penh dari Kamboja.
Selama menjalankan program, peserta didampingi oleh mahasiswa setempat (TWINCLE Students) dan mengikuti berbagai agenda akademik maupun kebudayaan. Rangkaian dimulai dengan orientasi bersama Prof. Nomura, dilanjutkan kunjungan ke National Museum of Japanese History, Chiba City Museum of Science, dan kawasan cagar budaya Samurai Residence di Sakura.
Pada Minggu (26/7/26), para peserta mengikuti kegiatan International Research Session untuk memaparkan riset dari masing-masing peserta bersama siswa sekolah menengah atas di Jepang, dan dilanjutkan dengan SDGs Workshop yang menghasilkan luaran poster ilmiah kelompok seputar target SDGs 15.
Peserta juga berkesempatan mengikuti serangkaian kuliah eksperimen, mulai dari analisis DNA tanaman bersama Prof. Tsuji, eksperimen sains kehutanan dan biomassa pohon bersama Assoc. Prof. Tanabe, hingga pengamatan pembelahan sel akar bawang bersama Prof. Yamato.
Selain itu, para delegasi diajak mendalami pemanfaatan teknologi observasi bumi melalui kunjungan ke fasilitas Center for Environmental Remote Sensing (CEReS) bersama Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. Wawasan tersebut kian diperkaya lewat kunjungan industri ke Nittetsu Engineering dan perusahaan teknologi ritel ZOZO, kelas sintesis warna organik bersama Assoc. Prof. Watanabe, serta perkuliahan budaya bahasa dan olahraga inklusif bersama Prof. Matsui dan Prof. Shimonagata.
Memasuki pekan kedua, peserta melakukan kegiatan riset labotarorium (laboratory work) di bawah bimbingan akademisi Chiba University. Di akhir, kegiatan ditutup dengan sesi presentasi akhir (Final Presentation) oleh para delegasi pada Jumat (7/9/26).
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Geografi UGM dalam TWINCLE Program menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mendalami riset laboratorium bertaraf internasional sekaligus memperluas perspektif keilmuan.




