• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • Mahasiswa KKL Dibekali Pengetahuan Pertolongan Pertama Hadapi Kondisi Darurat

Mahasiswa KKL Dibekali Pengetahuan Pertolongan Pertama Hadapi Kondisi Darurat

  • Rilis
  • 11 Mei 2026, 10.53
  • Oleh: nailasalma
  • 0

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) membekali mahasiswa angkatan 2024 peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2 dengan pelatihan pertolongan pertama (first aid) pada Sabtu (9/5/26) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Geografi UGM untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi darurat khususnya selama KKL berlangsung.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah salah satu metode pembelajaran di Fakultas Geografi yang dilaksanakan secara langsung pada beragam karakteristik wilayah, meliputi kawasan pegunungan, sungai, daratan hingga goa yang memiliki berbagai potensi risiko dan kondisi kedaruratan. 

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama guna mendukung keselamatan selama kegiatan berlangsung. 

“Pelatihan ini berangkat dari kekhawatiran terhadap berbagai potensi risiko saat kegiatan lapangan, sehingga diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pelatihan ini nantinya mahasiswa yang akan melaksanakan KKL mampu melakukan tindakan pertolongan pertama secara tepat, aman, dan sesuai prosedur sehingga dapat berjalan lebih aman serta meminimalkan risiko kecelakaan selama kegiatan KKL berlangsung.

Narasumber pertama, Sutono, S.Kep., M.Kep., MSc., dalam paparan mengenai Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) mengatakan bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan perawatan darurat yang diberikan kepada korban sebelum memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga medis. Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berharga sehingga penanganan harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Waktu adalah nyawa, sehingga pertolongan pertama harus segera dilakukan untuk menyelamatkan korban,” jelasnya.

Kondisi darurat medis sehari-hari yang berpotensi terjadi saat kegiatan lapangan sangat beragam. Diantaranya dapat meliputi acute mountain sickness, hipotermia, luka perdarahan, luka bakar, gigitan ular, tersedak, dehidrasi, heat stroke, pingsan, asma, hingga keracunan. Hal tersebut turut dipaparkan Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., dalam sesi diskusi interaktif penanganan darurat medis sehari-hari.

Sementara Dr. Agung Widianto, Sp.B-KBD., narasumber ketiga, menerangkan lebih lanjut mengenai penanganan luka, perdarahan, dan patah tulang. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya proses disinfeksi dan dekontaminasi luka dengan benar, seperti menghindari penggunaan alkohol atau deterjen secara langsung pada luka, serta menjaga kebersihan tangan sebelum tindakan dilakukan. “Cuci tangan dengan air dan sabun antiseptik sebelum melakukan tindakan,” ujarnya.Lanjutnya, tindakan awal yang perlu dilakukan pada kondisi perdarahan adalah memberikan tekanan pada area luka, meninggikan bagian yang luka lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah dan tidak melepas kain.

“Prinsip utama dalam respons kedaruratan, pastikan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu, melakukan pengecekan kondisi korban, menghubungi bantuan darurat, menemukan sumber perdarahan, serta memberikan tekanan pada luka untuk menghentikan perdarahan,” terang dr. Agung.

Pada penanganan patah tulang, ia menambahkan bahwa perlu dilakukan imobilisasi atau membatasi pergerakan melalui pembidaian menggunakan alat sederhana yang tersedia di lapangan, seperti kayu, kardus, maupun pelepah, dengan tambahan kain tebal sebagai penyangga. 

Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 290 peserta dengan penuh antusias. Pada sesi praktik, peserta mengikuti simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), balut bidai, dan transportasi korban yang dipandu oleh Hersinta Retno Martani, S.Kep., Ns., M.Kep., Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., serta Sutono, S.Kep., M.Kep., MSc., instruktur dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Dalam simulasi tersebut, peserta dibagi ke dalam kelompok laki-laki dan perempuan untuk mempraktikkan pertolongan pertama pada penanganan kasus henti jantung di lapangan, mulai dari proses identifikasi kondisi darurat (alert) hingga Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Tags: sdg SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Geografi UGM Pimpin Program Water Accounting DAS Serayu Opak Bersama CSIRO dan UTS
  • Mahasiswa KKL Dibekali Pengetahuan Pertolongan Pertama Hadapi Kondisi Darurat
  • UGM dan BRIN Inisiasi Program Sister Laboratory

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju