OLGENAS International Geolympiad 2026 resmi dibuka, Senin (19/1/2026), di Auditorium Merapi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). OLGENAS yang diikuti oleh pelajar baik di tingkat nasional maupun internasional ini merupakan salah satu bentuk komitmen Fakultas Geografi UGM untuk meningkatkan kapasitas intelektual pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap isu kebumian, kebencanaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada tahun ini, OLGENAS mengusung tema “Living with Hazard: Geodiversity Strategies for Sustainable Communities”. Tema yang diusung tersebut menekankan pentingnya pemahaman terhadap konsep geodiversity sebagai fondasi utama dalam pengelolaan risiko bencana dan perencanaan pembangunan berkelanjutan. Sekaligus sebagai wadah edukatif dan kompetitif yang menjembatani ilmu geografi dengan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun Internasional.
Ketua OLGENAS, Yoga Fiqri Sulthani, menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons atas kondisi geografis Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana geologi, seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan longsor. Menurutnya, potensi bahaya geologi tidak dapat dihindari, tetapi perlu dipahami dan dikelola secara tepat agar risikonya dapat diminimalkan. “Pendekatan ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang tangguh serta adaptif terhadap ancaman alam,” ujar Ketua OLGENAS dalam sambutan pembuka.
Sepakat dengan tema yang diusung pada OLGENAS ke-21, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc., yang turut hadir dalam pembukaan, menekankan pentingnya literasi kebencanaan berbasis spasial. Ia mengatakan bahwa penanganan bencana, mulai dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pasalnya membutuhkan keilmuan geografi.
“Peserta OLGENAS adalah bagian dari siswa-siswa yang beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti olimpiade yang disini juga akan banyak sedikit belajar tentang kebencanaan,” katanya.
OLGENAS ke-21 diikuti sebanyak 136 tim dari jenjang SMP dan 130 tim dari jenjang SMA. Dari kategori SMA, satu tim berasal dari Rusia. Kehadiran peserta internasional tersebut menegaskan posisi OLGENAS sebagai ajang kompetisi akademik bertaraf internasional serta membuka ruang pertukaran perspektif lintas negara.
Selain lomba, rangkaian kegiatan OLGENAS juga diisi dengan GeoTalk OLGENAS International Geolympiad 2026. Forum diskusi ini mengangkat tema “Exploring Potential on the Ring of Fire: A Geological Diversity-Based Approach to Tourism and Natural Heritage Management” dengan menghadirkan akademisi dan praktisi yang kompeten di bidang kebumian, geowisata, serta pengelolaan warisan alam.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., berharap OLGENAS 2026 dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebencanaan, wawasan global, serta kepedulian terhadap pengelolaan sumber daya alam dan warisan geologi secara berkelanjutan.



