Konsorsium Indonesia–Belanda melalui Indonesia–Netherlands Universities Consortium on Sustainable Futures (INUCoST) menargetkan dua luaran utama berupa artikel jurnal internasional dan buku referensi hasil penelitian. Riset tersebut turut melibatkan tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kajian Smart Cities and Digital Inclusion berjudul “Towards Smart Cities and Smart Urbanism: A Study on Citizen Knowledge, Democratic Governance, and Inclusive Development in IKN and Its Surrounding Areas”.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung program perhutanan sosial di wilayah kerja Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin (09/02/26) sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Unit Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Geografi UGM, Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen Fakultas Geografi UGM untuk mendukung berbagai program yang dicanangkan Balai Perhutanan Sosial, khususnya yang berkesinambungan dengan bidang keilmuan geografi.
Kebutuhan akan pemahaman mendalam terkait isu pembangunan berkelanjutan dan net zero development kian krusial. Pengetahuan ini tidak cukup berhenti pada tataran kebijakan maupun diskusi para pakar, melainkan perlu menjangkau masyarakat luas agar terbentuk kesadaran kolektif. Dalam konteks tersebut, sektor pendidikan memegang peranan strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku serta pola pikir lintas generasi.
Hal ini disampaikan Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam kegiatan Indonesia Net Zero Networks Seminar yang diselenggarakan Fakultas Geografi UGM sebagai implementing partner bersama University of Leeds, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Resilience Development Initiative pada Senin (26/01/26) di Yogyakarta.
Sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan angkatan 2023 dan 2024 melakukan kunjungan ke sejumlah instansi selama tiga hari, Senin (26/01/26) hingga Rabu (28/01/26). Melalui tema “Integrating Spatial Planning and Resource Management: Developing Environmental Collaboration”, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung sekaligus pengenalan dunia kerja khususnya di bidang geografi.
Instansi yang dikunjungi meliputi Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, PT Perikanan Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (27/01/26) di Ruang A201 Fakultas Geografi UGM. Kunjungan akademik ini dilaksanakan dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian antar kedua institusi.
Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk melanjutkan serta memperluas kemitraan yang telah terjalin sebelumnya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menyepakati sejumlah tindak lanjut, termasuk pembaruan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tingkat universitas (University-to-University/U-to-U), yang difasilitasi dan disaksikan oleh Fakultas Geografi UGM dan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM.
The Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada welcomed a delegation from Ibaraki University, Japan, as part of ongoing efforts to strengthen international academic collaboration in the fields of Earth Sciences and Geography, on Tuesday (27/01/26).
The visiting delegation consisted of Prof. Takeshi Hasegawa and Prof. Festus Tongwa Aka from the Department of Earth Sciences, Faculty of Science, Ibaraki University, accompanied by Kazuki Ishii (Ph.D. candidate), Yuzuki Seki, and Mina Sakamoto (Ibaraki University staff).
Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III, salah satu mata kuliah wajib pada Program Studi Geografi Lingkungan (GEL). Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, KKL III dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Senin (5/1/26) hingga Kamis (8/1/26).
Pelaksanaan KKL III ini selaras dengan kompetensi Program Studi GEL, yakni mencetak sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan lingkungan dan wilayah. Mahasiswa diajak untuk mengkaji daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di wilayah tersebut. Sebanyak 98 mahasiswa yang mengikuti KKL III kemudian dibagi ke dalam 10 kelompok kajian, meliputi: Ekonomi Lingkungan, Geohidrologi, Hidrologi Permukaan, Geografi Industri, Ketenagakerjaan, Klimatologi, Geografi Pertanian, Ekologi Bentang Lahan, Kerawanan Bencana, Kerentanan Bencana.
Dalam pelaksanaannya, meskipun Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) menjadi luaran utama KKL III, setiap kelompok mahasiswa juga memiliki luaran tambahan sesuai kelompok kajian. Masing-masing tim kelompok melakukan berbagai metode, salah satunya pada kelompok kajian geografi pertanian, mereka melakukan kegiatan antara lain; forum group discussion (FGD) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian, wawancara dengan pelaku UMKM dan industri marmer skala internasional, serta wawancara dengan petani dan masyarakat setempat. Selain itu, juga dilakukan validasi hasil D3TLH pada setiap grid dan lokasi yang telah ditentukan untuk masing-masing divisi.
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, Tim Laboratorium Tata Ruang Wilayah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengkaji perkembangan pariwisata di Desa Wisata Srikeminut.
Kajian mengenai pengembangan desa wisata tersebut dipilih sebagai respon tindak lanjut dari peningkatan tren pembentukan desa wisata yang mengangkat nilai keunikan budaya lokal. Desa Wisata Srikeminut sendiri memiliki potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan berbasis edukasi yang dapat terus dikembangkan sebagai modal sosial-ekonomi masyarakat.
Workshop yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025 di CIFOR-ICRAF Campus, Bogor, mempertemukan para akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang didukung oleh International Model Forest Network (IMFN) di Asia, proyek ERASMUS+ FORSU, serta sejumlah mitra undangan lainnya.
Pada kegiatan ini, tim berkolaborasi mengembangkan kurikulum restorasi lanskap yang merupakan keberlanjutan dari workshop pada April 2025 lalu. Dua diantaranya merupakan dosen sekaligus tenaga ahli dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dan Utia Suarma. Keduanya terlibat aktif dalam penyusunan modul Socio-Ecological Systems and Landscape Approach serta modul Governance and Policy Planning for Landscape Restoration.
Upaya Indonesia mencapai FOLU Net Sink 2030 memasuki tahap penting dengan diluncurkannya mekanisme penilaian dan geoportal praktik baik Ecosystem-based Approach (EbA) oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi tonggak percepatan kontribusi Indonesia dalam penurunan emisi.
“Geoportal dan mekanisme penilaian EbA ini adalah langkah konkret kami untuk menghadirkan data yang terbuka, terstandar, dan dapat langsung dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan,” ujarnya (9/12) dalam pembukaan Diseminasi Hasil Pemetaan EbA pada 9–10 Desember 2025 di Grand Keisha Hotel Yogyakarta.

