Delegasi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc., yang juga merupakan dosen Fakultas Geografi UGM memaparkan hasil kajiannya terkait “Digital Transformation in Geography Teaching and Learning at UGM: Experiences and Perspectives” dalam Annual Meeting of Asia and ASEAN Center for Educational Research, pada Rabu (07/01/26) hingga Kamis (08/01/26) di Chiba University, Jepang.
Dalam pertemuan ilmiah tersebut, ia membicarakan soal transformasi digital dalam pendidikan tinggi melampaui adopsi teknologi, serta mencakup reorientasi metodologi pembelajaran, kurikulum, dan infrastruktur akademik.
Menurutnya, transformasi digital merupakan strategi kunci untuk memastikan relevansi dan kontribusi pendidikan geografi dalam menjawab tantangan pembangunan wilayah dan global di masa depan.
Lebih lanjut, di institusi tempat ia bekerja, yaitu UGM khususnya Fakultas Geografi tengah mengimplementasikan transformasi digital dalam pendidikan secara bertahap dan terintegrasi, kemudian didukung oleh infrastruktur digital, praktik pembelajaran hybrid, dan program internasionalisasi.
“Tantangan yang ada menuntut penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan pedagogi digital, serta tata kelola institusional yang adaptif dan berkelanjutan,” imbuhnya.


Pertemuan tahunan ini diinisiasi oleh Asia and ASEAN Center for Educational Research, Chiba University yang mempertemukan pimpinan universitas, dosen, peneliti, guru, mahasiswa, serta siswa dari Asia dan ASEAN maupun berbagai institusi mitra untuk berdiskusi mengenai inovasi pendidikan, riset kolaboratif, dan penguatan jejaring akademik lintas negara.
Selain pertemuan ilmiah tahunan, kegiatan yang diselenggarakan di Chiba University terdiri dari dua kegiatan utama lainnya, yaitu Forum Riset Internasional dan Workshop SDGs.
Ia berkesempatan menjadi panelist dalam Forum Riset Internasional yang juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Fakultas Geografi UGM, Satrio Budiman, mahasiswa S2 dan Rinasari Wijayanti, mahasiswa S1. International Research Session tersebut membahas hasil-hasil kajian dan penelitian dengan tema Fisik, Geografi, Kimia, dan Pendidikan.
Sementara dalam sesi International Workshop, Mohammad Isnaini Sadali dipercaya menjadi fasilitator dengan fokus pembahasan pada target ke-12 SDGs yang terkait keberlanjutan produksi dan konsumsi (pangan) internasional.
Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan tersebut merumuskan arah kerja sama strategis untuk menjawab tantangan global seperti transformasi digital pendidikan, keberlanjutan (SDGs), dan mobilitas akademik internasional.
“Dengan semangat kolaborasi dan saling percaya antar wilayah di Asia dan ASEAN, diharapkan menjadi fondasi kuat bagi inisiatif-inisiatif akademik yang lebih inovatif dan berdampak luas di masa mendatang,” pungkasnya.


