Konsorsium Indonesia–Belanda melalui Indonesia–Netherlands Universities Consortium on Sustainable Futures (INUCoST) menargetkan dua luaran utama berupa artikel jurnal internasional dan buku referensi hasil penelitian. Riset tersebut turut melibatkan tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kajian Smart Cities and Digital Inclusion berjudul “Towards Smart Cities and Smart Urbanism: A Study on Citizen Knowledge, Democratic Governance, and Inclusive Development in IKN and Its Surrounding Areas”.
INUCoST merupakan kemitraan jangka panjang antara Leiden-Delft-Erasmus (LDE) Universities dan lima perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), serta Universitas Mulawarman (UNMUL).
Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., salah satu tim riset Fakultas Geografi UGM, mengatakan bahwa proyek penelitian konsorsium berfokus pada pengembangan IKN dengan penekanan pada isu strategis seperti smart city, ketahanan iklim, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Ia menambahkan, penelitian tersebut ditujukan untuk menganalisis keterkaitan antara pengetahuan masyarakat, tata kelola demokratis, dan pembangunan inklusif dalam konteks pengembangan kawasan IKN dan wilayah sekitarnya.
Hingga saat ini, pada Februari 2026, memasuki bulan ke-sepuluh, tim peneliti sedang menyelesaikan dua luaran utama tersebut. Buku referensi yang tengah disusun direncanakan terdiri atas tujuh bab berdasarkan temuan lapangan dan diskusi, dengan rencana judul Smart Cities and Democratic Governance: Pathways to Inclusive Urban Futures in IKN Nusantara.
Sementara itu, artikel jurnal internasional berjudul “Digital Participation and Governance in IKN Nusantara: Evaluating Inclusivity in Indonesia’s New (Smart) Capital” menganalisis mekanisme partisipasi masyarakat dalam tata kelola IKN dengan fokus pada aspek inklusivitas, aksesibilitas, legitimasi, dan efektivitas partisipasi.
“Artikel ini menekankan pentingnya integrasi teknologi, responsivitas institusional, dan legitimasi budaya dalam mewujudkan tata kelola smart city yang inklusif,” tambah Dr. Erlis.
Selain daripada dua luaran utama, INUCoST juga menghasilkan luaran berupa pemberdayaan masyarakat. Luaran tersebut telah tercapai melalui pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM pada periode antar semester tahun 2025.

