Bimbingan Teknis Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

IMG20170417204340Pemetaan dan monitoring sumberdaya alam baik itu berupa hutan, lahan, air, dan mineral sangat penting dilakukan untuk mendukung perencanaan dan pembangunan yang berkelanjutan. Monitoring perubahan kondisi sumberdaya alam dari tahun ke tahun perlu dilakukan untuk mengetahui distribusi dan besaran cadangan atau potensi sumberdaya alam tersebut pada suatu wilayah. Dari perubahan yang terjadi baik bertambah (surplus) maupun berkurang (defisit) bisa dijadikan dasar penentuan kebijakan pembangunan dan penataan ruang. Oleh karena itu, PUSPICS Fakultas Geografi UGM bekerjasama dengan Bidang Pemetaan Dinamika Sumberdaya, Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Informasi Geospasial Tematik Dinamika Sumberdaya dengan topik “Neraca Sumberdaya Alam untuk Pembangunan yang Berkelanjutan” bagi para staff di lingkungan BAPPEDA Kabupaten/Kota.

IMG-20170418-WA0032Kegiatan ini diselenggarakan selama 6 hari, yaitu pada tanggal 17-22 April 2017 dan bertempat di Hotel Harper dan PUSPICS. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta yang merupakan perwakilan dari BAPPEDA Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, yaitu Kab. Pacitan, Kab. Magetan, Kota Batu, Kab. Ngawi, Kab. Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Kab. Malang, dan Kab. Ponorogo. Kegiatan dibuka pada hari Senin 17 April 2017 oleh Deputi Informasi Geospasial Tematik BIG Dr. Nurwadjedi, M.Sc. di Hotel Harper Yogyakarta, dan dihadiri oleh Wakil Dekan II Fakultas Geografi UGM, Ketua PUSPICS, Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG, dan seluruh peserta. Pada pembukaan tersebut dikemukakan pentingnya inventarisasi dan monitoring potensi sumberdaya alam daerah untuk mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Selanjutnya Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG Dr. Ir. Mulyanto Darmawan, M.Sc. menekankan bahwa materi dan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini harus dapat diimplementasikan di tempat kerja masing-masing untuk mendukung kegiatan perencanaan wilayah.

 Kegiatan bimbingan teknis dilakukan sepenuhnya di PUSPICS dengan melibatkan pengajar baik dari BIG maupun Fakultas Geografi UGM. Materi yang diberikan meliputi teori dan praktek penyusunan neraca sumberdaya alam spasial daerah berdasarkan SNI untuk masing-masing bidang topik hutan, lahan, air, dan mineral. Fokus dari kegiatan ini adalah memberikan bekal teknis kepada user untuk dapat menyusun neraca berdasarkan data geospasial yang sudah tersedia dan distandarisasi. Target dari bimbingan teknis ini adalah peserta dapat menyusun neraca sumberdaya alam spasial daerah secara mandiri berdasarkan data geospasial yang sudah distandardisasi.

 

PEMANFAATAN CITRA WORLDVIEW-2 UNTUK ANALISIS KEPADATAN PENDUDUK DAN PROYEKSI KEBUTUHAN PERMUKIMAN DI KOTA MAGELANG TAHUN 2012 – 2022

ABSTRAK
Pertambahan penduduk di suatu wifayah pada umumnya akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan akan Jahan permukiman, begitu pufa yang terjadi di Kola Magelang selama kurun tahun 2010 sampai 2015 mengalami pertambahan penduduk sebesar 5.818 jiwa. Tujuan penelitian ini: (1) mengkaji tingkat kepadatan penduduk dan persebarannya di Kota Magelang menggunakan Citra Worldview-2; (2) mengkaji proyeksi penduduk dan kebutuhan lahan permukiman tahun 2012- 2022 di Kota Magelang. Citra Satelit Worldview-2 digunakan untuk mendapatkan data penggunaan lahan, blok permukiman aan jumlah bangunan. Data penggunaan lahan dan jumlah bangunan diperoleh dengan cara interpretasi visual. Data Jumlah penduduk tahun 2003- 2015 diperoleh dari BPS Kota Magelang digunakan untuk menghitung kepadatan penduduk, rnenghitung proyeksi penduduk dan mencari persamaan regresi antara jumlah bangunan dan jumlah penduduk. Metode Geometrik digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk dari tahun 2012 hingga tahun 2022. Persamaan regresi antara umlah penduduk dan jumlah permukiman digunakan untuk menghitung proyeksi luas lahan permukiman. Hasil penelitian “‘menunjukkan bahwa Citra Worldview-2 dapat digunakan untuk memetakan pola permukiman dan kepadatannya. Hasil analisis kepadatan permukiman dari citra menunjukkan hubungan positif dengan kepadatan penduduk hasil perhitungan data statistik. Pola spasial kepadatan penduduk di Kota Magelang bersifat mengelompok/clustering. Proyeksi jumlah penduduk tahun 2022 sebesar 255.305 jiwa, sedangkan jumlah penduduk tahun 2012 sebesar 119.356 jiwa, sehingga terjadi kenaikan jumlah penduduk selama kurun waktu 10 tahun sebesar ±135.949 jiwa. Proyeksi luas lahan permukiman tahun 2022 sebesar  1.911 ha, sedangkan luas lahan permukiman tahun 2012 sebesar 898 ha, sehingga terjadi kenaikan kebutuhan lahan oennukiman dalam waktu 10 tahun kedepan sebesar 1.013 ha.

Workshop Ikatan Geograf Indonesia

igi1

Kegiatan Workshop Ikatan Geograf Indonesia (IGI) merupakan salah satu program pengurus pusat IGI dalam rangka merumuskan strategi menghadapi beberapa isu strategis yang berkembang di dunia ke-geografi-an. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Rabu, 12 April 2017 bertempat di Gedung KLMB Lt. 6 Fakultas Geografi UGM, Yogykarta. Agenda nasional ini telah diikuti oleh lebih dari 20 lembaga anggota dengan jumlah peserta mencapai 70 orang. Workshop diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Sekjend IGI (Dr. Gamal Rindarjono) dan dibuka oleh tuan rumah yaitu Pimpinan Dekanat dari Fakultas Geografi UGM yaitu Dr. Sigit Herumurti, yang dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Umum IGI (Prof. Dr. Hartono, DEA., DESS.). Terdapat 4 topik bahasan yang menjadi fokus dalam workshop ini yaitu:

  1. Penanggapan atas Permenristekdikti tentang Penamaan Prodi Geografi
  2. Strategi Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Geografi (Mata Pelajaran Geografi Indonesia) pada Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia
  3. Pembahasan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk Prodi-Prodi Geografi di Indonesia
  4. Sertifikasi Kompetensi Kerja Geograf di Indonesia

Masing-masing topik bahasan dipandu oleh moderator yang berasal dari pengurus IGI. Topik pertama dipandu langsung oleh Ketua Umum IGI, sedangkan untuk topik kedua yaitu usulan tentang mata pelajaran geografi Indonesia dipandu langsung oleh Dr. Ahmad Yani yang merupakan perwakilan dari Wakil Ketua Umum Bidang Dikdasmen yaitu Prof. Dr Enok Maryani. Pembahasan topik ketiga yaitu rencana pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dimoderatori oleh Tim Kesekjenan IGI (Agung Satriyo N., S.Si, M.Sc) dan dipantik oleh Narasumber Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito. Sedangkan topik terakhir tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja Geograf dipandu langsung oleh Dr. Eko Haryono.

Workshop ini telah menghasilkan beberapa rumusan. Rumusan dikelompokkan berdasarkan masing-masing topik bahasan. Adapun hasil rumusan workshop ini tertuang sebagai berikut:

  1. Menanggapi Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Prodi di Indonesia, Forum telah menyepakati untuk:
    1. Menegaskan posisi geografi sesuai rumpun yang ada pada dokumen ’Nama Rumpun Ilmu, Sub Rumpun Ilmu Dan Bidang Ilmu Dalam Rumpun’ oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Tahun 2012 dimana geografi masuk pada:
      1. Rumpun Ilmu MIPA, Sub Rumpun Kebumian dan Angkasa
      2. Rumpun Ilmu Pendidikan, Sub Rumpun Pendidikan Ilmu Sosial
    2. Nama dan Gelar untuk Prodi-Prodi Geografi di Indonesia diusulkan kepada Menteri sesuai lampiran dalam kesepakatan ini.
  2. Menetapkan Strategi Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Geografi (Mata Pelajaran Geografi Indonesia) pada Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia yaitu:
    1. Mengusulkan pengubahan nama mata pelajaran Sejarah Indonesia di kelompok A menjadi Mata Pelajaran Sejarah dan Geografi Indonesia (kelompok A).
    2. Membutuhkan Buku Rujukan Geografi untuk para penyusun bahan ajar di pendidikan dasar dan menengah yang meliputi:
    3. Buku revisi atau pemutakhiran hasil rumusan lokakarya semarang 1988
    4. Buku pegangan (handbook) untuk SD, SMP, dan SMA
  3. Menyepakati topik pengembangan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk Akreditasi Prodi-Prodi Geografi di Indonesia yaitu:
    1. Sementara ini organisasi akan meninjau kembali batas waktu pendirian LAM sebagaimana diamanahkan oleh undang-undang
    2. Menunggu kepastian penganggaran dari negara, maka prodi-prodi geografi masih belum bersegera untuk mendirikan LAM, dan masih mengikuti sistem akreditasi BAN PT.
    3. Organisasi akan menyiapkan rintisan LAM Geografi
  4. Menyepakati skema Sertifikasi Kompetensi Informasi Geospasial di Indonesia yaitu:
    1. Pelatihan bisa dibuat skema berbasis online
    2. Prodi anggota mengusulkan nama yang berkompetensi menjadi auditor skema bidang Informasi Geospasial kepada pengurus pusat IGI

igi2

Workshop ini diakhiri dengan penetapan hasil rumusan workshop Ikatan Geograf Indonesia oleh pengurus pusat beserta pimpinan lembaga anggota untuk kemudian ditindaklanjuti oleh masing-masing kelompok kerja. Pengesahan tersebut dilakukan dengan proses penandatanganan berita acara rumusan hasil workshop oleh seluruh pimpinan lembaga anggota beserta pimpinan utama pengurus pusat Ikatan Geograf Indonesia. (ASN)

Tingkatkan Kompetensi, GEGAMA selenggarakan Latsar Rafting

Pendidikan Latihan Dasar (Latsar) Arung Jeram kembali dilaksanakan oleh GEGAMA (Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada), tepatnya pada 31 Maret hingga 2 April 2017 yang lalu di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, yang juga merupakan lokasi latsar tahun sebelumnya. Kegiatan pengenalan ilmu rafting yang dikoordinir oleh Afif Alwafi Luthfan (Mahasiswa Program Studi Pembangunan Wilayah Angkatan 2015) ini diikuti oleh sejumlah 27 anggota Wiramuda Diklatsar XXXIV GEGAMA yang dibagi menjadi dua kloter; 13 peserta pada kloter pertama sedangkan sisanya berada pada kloter dua. Peserta terdiri dari 16 peserta putri dan 11 peserta putra. Selain Anggota Wiramuda XXXIV, turut serta pula 14 panitia serta pendamping, sehingga total yang menghadiri Latsar Rafting adalah 41 orang.

gegama2Upacara pembukaan dilaksanakan secara khidmat pada hari pertama kegiatan, bertempat di halaman Fakultas Geografi, yang tidak hanya dihadiri oleh peserta kegiatan namun juga beberapa anggota aktif GEGAMA. Peserta kloter pertama diberangkatkan terlebih dahulu dan mengikuti seluruh rangkaian pada keesokan harinya. Adapun kloter dua bergabung pada hari kedua pelaksanaan kegiatan.

Materi yang disampaikan merupakan materi dasar berupa pengenalan peralatan arung jeram, self rescue, flip-flop, teknik dasar pendayungan, scouting, serta pengenalan morfologi sungai. Di tengah pengarungan, tampak bekas longsoran di beberapa titik tebing tepi sungai dikarenakan hujan lebat yang menyebabkan tanah mengalami pelapukan dan berujung pada mass wasting. Di akhir kegiatan, koordinator lapangan menyatakan bahwa materi telah tersampaikan kepada peserta dengan baik. Pencapaian ini juga didukung oleh bekal fisik dan pengetahuan yang sebelumnya telah diberikan kepada peserta melalui berbagai macam latihan serta dengan adanya pemberian materi ruang, sebagai bekal turun ke lapangan.

gegama1

Latihan Dasar Arung Jeram ini merupakan rangkaian latsar kedua setelah latsar lingkungan. Sesuai dengan kurikulum GEGAMA yaitu meningkatan skill operasional anggota GEGAMA salah satunya di bidang arung jeram, harapannya peserta dapat mengenal materi dasar arung jeram. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya awal menambah potensi kepecintaalaman para anggota agar dapat berkembang secara eksternal di luar lingkup organisasi. Berkegiatan di alam bebas merupakan kegiatan yang penuh bahaya dan dibutuhkan penanaman ilmu dasar sesuai prosedur operasional untuk dapat meminimalisir kecelakaan.  Tetap belajar dan berlatih, sampai batas kami tak mampu lagi. Salam lestari! (FGE/Rahma)

Pelatihan ArcGIS Online sebagai Peningkatan Kompetensi webGIS bagi Dosen Departemen Sain Informasi Geografi (SaIG) Fakultas Geografi UGM

1Dalam rangka mendukung kerjasama ESRI, BIG dan UGM tentang  hibah perangkat lunak ArcGIS Platform kepada UGM oleh ESRI (http://www.ugm.ac.id/id/berita/9742-ugm.big.esri.indonesia.jalin.kerja.sama.pemanfaatan.geospasial) serta mengkatkan kapasitas dosen Departemen Sain Informasi Geografi (SaIG) Fakultas Geografi UGM dalam menguasai webGIS, maka Labaratorium SIG Fakultas Geografi mengadakan kegiatan “Pelatihan dan Diskusi ArcGIS Online” pada tanggal 20 Desember 2016. Pelatihan dan diskusi ini diikuti oleh 22 dosen. Pelatihan dapat berjalan dengan baik karena setiap peserta mendapatkan lisensi ArcGIS Online sebagai Publisher dari ESRI Indonesia. Hasil pelatihan dan diskusi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan sebagian dosen dan selanjutnya dapat ditularkan kepada anak didik sebagai salah satu pendukung materi pengajaran dan peningkatan kompetensi khususnya webGIS.

Acara pelatihan diawali dengan sambutan Kepala Laboratorium Sistem Infromasi Geografis, Bapak Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si. yang menyampaikan bahwa perkembangan webGIS dewasa ini berkembang dengan pesat baik sistem yang open source maupun berlisensi, serta semakin luas aplikasinya, sehingga diharapkan seluruh dosen Departeman SaIG bisa mengikuti dan telibat aktif dalam perkembangan GIS berbasis Internet tersebut. Selanjutnya pemberian materi oleh Bapak Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs dan Bapak R. Ibnu Rosyadi, S.Si., M.Cs. Materi pelatihan meliputi: ArcGIS Online sebagai User (membuat peta online), ArcGIS Online sebagai Publisher (analisis spasial secara online), dan Share, Embed, Publish ArcGIS Online di Website.

Pelaksanaan pelatihan sangat interaktif dengan diskusi dan praktik secara langsung keseluruhan materi. Salah satu peserta pelatihan berpendapat bahwa pelatihan dan diskusi sejenis sangat bagus dan perlu untuk diagendakan secara rutin, sebagai salah satu upgrading skill dosen dan tentu saja mengangkat tema-tema potensial yang berkembang secara berkelanjutan. Selain untuk disampaikan kembali kepada mahasiswa, pelatihan sejenis juga dapat meningkatkan ide-ide riset sesuai dengan bidang keilmuan para pengajar.

Keluarga Baru GEGAMA, Harapan Baru di Penghujung Tahun

Lima hari empat malam, waktu yang telah dihabiskan oleh para peserta pelantikan keluarga baru GEGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada) dilereng Gunung Lawu bagian selatan. Para peserta yang ini mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan selama masa materi ruang. Kegiatan lapangan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Diklatsar (Pendidikan Latihan Dasar) XXXIV GEGAMA yang persiapannya telah dimulai dari dua setengah bulan sebelumnya dan berakhir pada 24 Desember 2016 yang lalu. Para peserta telah melalui beberapa proses seleksi yaitu seleksi administrasi, seleksi fisik, seleksi kesehatan, seleksi materi ruang, dan seleksi surat izin.

DSC_0981

Upacara pelantikan keluarga baru GEGAMA mengambil lokasi di Lapangan Dusun Tlogo Dlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Peserta pelantikan terdiri dari dua puluh tujuh anggota Wiramuda, dua anggota reguler, dan dua anggota kehormatan serta dihadiri oleh panitia Diklatsar, pangurus, anggota reguler aktif, PAGEGA, Dekan Fakultas Geografi UGM (Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc.) dan beberapa sivitas akademika fakultas (Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si., Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., dan Bapak H. Gatot M.Y Wicaksono)

DSC_0976

Berikut daftar ke 27 anggota wiramuda, terdiri dari sebelas laki-laki dan enam belas perempuan yang merupakan mahasiswa dari tiga program studi yang ada di Fakultas Geografi UGM Angkatan 2015 dan 2016:

  1. Agnes Putri Devinta
  2. Ahmad Fikri
  3. Angga Prasetya
  4. Ariel Seto Adinugraha
  5. Arrin Zatiky
  6. Artha Parela
  7. Astry Zulky Permatasari
  8. Atika Retnaningsih
  9. Dewi Kartika Sari
  10. Emy Puspita Y
  11. Endrianto S
  12. Faizal Mustafa
  13. Heriandari Ht
  14. Hesti Rachma Ikhwani
  15. Idris Hanafi
  16. Kartika Ayu Wandari
  17. Karunia Pestiana
  18. Kintan Surya
  19. Kurniawati
  20. M Qodri A
  21. Mustafa Al Azmi
  22. Patria Marani Fatar
  23. Rahma Nafila Fitri
  24. Rakhmat Dwi Putra
  25. Rifqiya Nur Aisyah
  26. Shofi Khansa Aufa
  27. Wisnuaril Khoirul Lukman

DSC_1016

Selain 27 wiramuda, terdapat dua anggota wiramuda XXXIII yang dilantik menjadi anggota reguler yang aktif, yaitu Rosyita Alifiya (Program Studi KPJ 2014) dan Riki Saputra (Program Studi KPJ 2015). Sedangkan yang dilantik menjadi anggota kehormatan adalah Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc. dan Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.

Arutedja, begitulah nama yang disepakati untuk angkatan diklatsar XXXIV ini. Arutedja berasal dari bahasa sankserta yang merupakan singkatan dari gabungan kata Ari (gunung), utiana (hutan), dan tedja (cahaya). Gunung serta hutan menjadi salah satu simbol yang mewakili alam dan pencinta alam dan harapannya angkatan arutedja dapat menjadi percontohan yang baik, membawa, dan menularkan kebaikan bagaikan cahaya seperti namanya. (FGE/Rosyita)

Pemanfaatan Materi Lokal Dan Limbah Plastik Sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pemanfaatan Materi Lokal dan Limbah Plastik sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata merupakan kegiatan yang difokuskan untuk pengembangan objek dan daya tarik wisata. Pengembangan ini menggunakan materi lokal dan limbah plastik sebagai salah satu bahannya. Materi lokal dan limbah plastik yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi objek untuk meningkatkan daya tarik wisata. Pengembangan objek dan daya tarik wisata dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 di Desa Bugisan yang terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Desa ini dipilih karena memiliki banyak keunikan dan kekhasan yang menjadikannya sangat cocok dijadikan sebagai desa wisata. Desa wisata ini merupakan salah satu desa binaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Desa Bugisan sebagai desa binaan tidak terlepas dari lokasinya yang berada pada Kawasan Strategis Nasional (PKSN) Prambanan untuk aktivitas sosial budaya dan adanya situs Candi Plaosan yang merupakan warisan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk 1) Mengenalkan kepada masyarakat materi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, 2) Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan materi lokal dan limbah plastik.

Kegiatan ini diawali dengan penyusunan proposal pada Bulan Agustus,  dilanjutkan pelaksanaan kegiatan dan diakhiri dengan penyusunan laporan pada Bulan Oktober. Pelaksanaan dimulai dengan melakukan FGD (Focus Grup Discussion) bersama dengan masyarakat yang ada di Desa Wisata Bugisan. Masyarakat yang dilibatkan adalah pemuda dan warga kampung. FGD ini dimaksudkan untuk membahas mengenai atraksi wisata alternatif berbasis pesona alam. Kenampakan alam yang memiliki potensi untuk menjadi atraksi wisata adalah adanya aliran sungai. Oleh karena itu salah satu bentuk wisata yang dapat dikembangkan adalah wisata perahu. Wisatawan dapat menggunakan perahu untuk menikmati aliran sungai. Kegiatan selanjutnya adalah pra-workshop yang bertujuan untuk melakukan pemilihan bahan lokal dan material perahu. Perahu ini dibuat dengan bahan lokal yang ada disana dan sudah tidak terpakai yaitu kayu. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul dilakukan pembuatan perahu. Masyarakat mempraktekkan secara langsung proses pembuatan perahu. Mereka diberi pelatihan dalam pengolahan materi lokal agar kapasitas masyarakat dapat meningkat. Kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong dalam baik saat pengumpulan bahan lokal maupun proses pembuatannya.

Setelah perahu dari kayu terbentuk, diujicobakan oleh masyarakat dengan dibawa ke sungai. Namun sebelumnya, masyarakat bersama-sama turun ke sungai untuk membersihkan sampah-sampah yang ada disana. Kebersihan sungai menjadi hal penting karena objek wisata yang ditawarkan berasal dari sungai ini. Harapannya wisatawan menjadi lebih nyaman dan senang saat menaiki perahu. Pemanfaatan materi lokal sebagai alternatif daya tarik wisata dikembangkan guna mendukung kampung budaya Candi Plaosan yang merupakan salah satu kampung di Desa Bugisan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan suatu festival candi kembar. Festival ini merupakan bentuk promosi dari kampung budaya Candi Plaosan. Selain itu juga dibuat grand design kampung budaya Candi Plaosan untuk lebih menarik wisatawan ke lokasi ini.

LAMPIRAN 1 FOTO-FOTO KEGIATAN

rito1

 

rito2

Pemanfaatan Potensi Alam dan Budaya dalam Mendukung Festival Candi Kembar 2016 di Desa Bugisan, Prambanan

Desa Bugisan Kecamatan Prambanan adalah salah satu desa yang menjadi desa binaan dari Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Keberadaan sumberdaya lokal di desa iniberpotensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata, sehingga diupayakan branding wilayah Kampung Budaya Candi Plaosan yang berada di sekitar kawasan Candi Plaosan.Seiring proses penyiapan kelengkapan Kampung Budaya Candi Plaosan, perlu diadakan kegiatan yang bersifat sebagai batu loncatan agar sesegera mungkin dapat dikenal di masyarakat. Kesepakatan yang dihasilkan mengarah kepada pelaksanaan Festival Candi Kembar 2016.

joni1

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupaPemanfaatan Potensi Alam dan Budaya dalam Mendukung Festival Candi Kembar 2016 di Desa Bugisan, Prambananyang dilakukan dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2016 merupakan kegiatan yang difokuskan pada bagimana kemampuan warga di Desa Bugisan, Prambanan untuk mengemas seluruh potensi lokal yang ada dan bisa ditampilkan secara menarik didalam kegiatan Festival Candi Kembar. Prospek kedepan dari pemanfaatan kekayaan alam dan budaya melalui Festival Candi Kembar ini adalah akan menjadi ikon tersendiri bagi Desa Bugisan sebagai desa wisata budaya dan diharapkan akan memberikan dampak positif pada perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai berikut.

  1. Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peluang pengembangan aktivitas pariwisata berbasis potensi sumberdaya lokal.
  2. Meningkatkan pengetahuan terkait dengan pengembangan tata letak dan dekorasi saat pengadaan acara yang bertemakan budaya dan alam.
  3. Menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan setting dan dekorasi kegiatan Festival Candi Kembar 2016.

joni2

Candi Plaosan yang terbagi dalam dua kelompok kompleks, yaitu Candi Plaosan Kidul dan Candi Plaosan Lor

memiliki berbagai potensi alam dan budaya. Keberadaannya pada kawasan yang masih sangat alami serta dikelilingi oleh area persawahan milik warga,  pegunungan, hutan, dan desa-desa menjadi potensi alam yang dimiliki. Sedangkan ditinjau dari aspek budaya, potensi yang ada berupa arsitektur Candi Plaosan yang merupakan perpaduan corak Hindu-Budha. Selain itu banyak kesenian yang berkembang di desa ini, diantaranya kesenian Jathilan, musik Pring Sedapur, Gejog Lesung, dan Karawitan.Potensi-potensi yang ada kemudian dimanfaatkan dalam mendukung Festival Candi Kembar 2016sekaligusmenjadi sarana masyarakat untuk memahami aktivitas pariwisata berbasis sumberdaya lokal dengan cara bergotong-royong menyusun, merencanakan, dan melaksanakan pembuatan layout festival, layout panggung, gapura, dan gardu pandang.

 

Ketua Pelaksana : Joni Purwohandoyo, S.Si., M.Sc.

Asisten :

  1. Husna Zaiti Aqmar
  2. Elson G. Susilo
  3. Tyas Fitri K
  4. Azka Nafsi Salimah

Peningkatan Nilai Jual Produk Usaha Mikro Dan Kecil (Umk) Di Desa Wisata Bugisan Prambanan

Desa Bugisan yang berada pada administrasi Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan menjadi desa binaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Latar belakang penetapan desa ini dikarenakan potensi secara lokasi yang berada di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dalam rencana tata ruang wilayah nasional (RTRWN) Indonesia. Posisi strategis tersebut yang mengharuskan wilayah ini memiliki perkembangan yang pesat terkait dengan pembangunannya. oleh sebab itu, Universitas Gadjah Mada yang dalam hal ini melalui Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi melakukan pendampingan untuk menggapai target-target pembangunan yang dimaksud. Salah satu bentuk tindak lanjutnya yaitu melakukan pendampingan untuk meningkatkan nilai jual produk usaha mikro dan kecil (UMK).

Peningkatan nilai jual produk usaha mikro dan kecil (UMK) di Desa Wisata Bugisan, Prambanan, membutuhkan berbagai persiapan yang dapat memudahkan jalan menggapai tujuan tersebut. Tidak hanya persiapan material dan teknis, dibutuhkan pula suatu sarana kegiatan yang dapat dijadikan sebagai momentum memperkenalkan produk dan meningkatkan nilai jual usaha mikro dan kecil (UMK) di Desa Bugisan, Prambanan. Desa Bugisan yang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Indonesia termasuk ke dalam Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) memiliki potensi besar yang sangat memungkinkan dieksplorasi lebih jauh, utamanya untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Wisata Bugisan. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Bugisan adalah keberadaan Candi Plaosan yang memiliki pesona pemandangan yang indah kala fajar terbit dan tenggelam. Hal ini kemudian dijadikan salah satu branding Desa Bugisan, yakni “Kampung Budaya Candi Plaosan”. Setelah ditetapkannya branding tersebut, langkah selanjutnya untuk dapat memperkenalkan produk UMK Desa Bugisan adalah dengan mendatangkan orang-orang dari luar ke Desa Bugisan. Caranya adalah dengan membuat Festival Candi Kembar: kegiatan (event) memanfaatkan keindahan panorama Candi Plaosan terutama pada saat senja yang persiapannya dilakukan secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat Desa Bugisan.

Berbagai tahapan kegiatan dalam rangka mempersiapkan produk dan meningkatkan nilai jual produk UMK Desa Bugisan dilakukan sejak bulan Agustus 2016. Tahapan paling awal adalah perumusan konsep Festival Candi Kembar melalui focused group discussion (FGD) seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan warga Desa Bugisan. Forum FGD tersebut digunakan untuk menjaring seluruh ide dan aspirasi dari pihak-pihak yang nantinya akan terlibat langsung dalam pelaksanaan Festival Candi Kembar. Selain itu, sesi FGD juga dimanfaatkan untuk memetakan potensi UKM-UKM yang mungkin akan dapat muncul dan berkembang di Desa Bugisan, yang produknya akan dipamerkan pada saat pelaksanaan Festival Candi Kembar. Tahap persiapan awal ini selain menggelar sesi-sesi rapat dan diskusi, terdapat juga aktivitas pekerjaan nyatanya, yakni membersihkan sungai (merti kali) yang mengalir di Desa Bugisan, membuat gapura sambutan selamat datang untuk menyambut para tamu penikmat Festival Candi Kembar, dan lain sebagainya.

Salah satu yang dapat meningkatkan nilai jual suatu produk adalah kemasan atau packaging. Tidak hanya produk-produk yang diproduksi massal atau besar-besaran saja yang harus mementingkan kemasan, tetapi juga produk-produk UKM. Perbaikan kemasan, apapun produknya, dapat mempengaruhi pertimbangan calon pembeli mengenai harga yang ditawarkan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan nilai jual produk UKM di Desa Wisata, pengenalan tentang kemasan yang baik dan menarik juga menjadi suatu hal yang cukup penting. Masyarakat Desa Bugisan, khusunya para pelaku UKM, dikenalkan kepada pentingnya kemasan suatu produk melalui kegiatan workshop pelatihan pengolahan produk dan packaging terhadap UKM. Para pelaku diperlihatkan contoh-contoh kemasan yang baik dan menarik, dan kemudian setelah itu diajak berkreasi sesuai dengan kreativitas masing-masing individu untuk membuat kemasan-kemasan yang baik dan menarik untuk produk-produk UKM mereka.

Ketua pelaksana : Agung Satriyo N., S.Si., M.Sc

Asisten :

  1. Elson G. Susilo
  2. Azka Nafsi Salimah
  3. Husna Zaiti Aqmar
  4. Tyas Fitri K

agung

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia untuk mendukung Nilai Jual Produk UMK di Desa Wisata Bugisan, Prambanan

Desa Bugisan Kecamatan Prambanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Pembangunan desa wisata berbasis masyarakat menempatkan masyarakat sebagai subjek atau pelaku, sehingga kapasitas sumberdaya manusia menjadi salah satu faktor kunci pembangunan. Desa Bugisan memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi daerah tujuan wisata, mulai dari potensi alam, budaya, maupun masyarakatnya. Sebagai daerah tujuan wisata, pengembangan Desa Bugisan mendapat dukungan yang besar dari masyarakat sebagai penggerak utama kegiatan wisata. Dukungan tersebut juga diberikan melalui produk-produk Usaha Kecil Menengah (UMK) berbasis bahan lokal.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini menjadi sarana untuk mengolah dan mengembangkan potensi-potensi tersebut  menjadi daya tarik wisata di Desa Bugisan. Menyadari pentingnya peran SDM, kegiatan pendampingan “Peningkatan nilai Jual Produk UMK di Desa Wisata Bugisan Prambanan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengolah produk UMK mereka sehingga memiliki nilai tambah dan dapat disinergikan dengan aktivitas desa wisata Bugisan. Pada bulan Agustus hingga Oktober  2016 serangkaian kegiatan berupa: FGD, pelatihan dan sosialisasi dilakukan di Desa Bugisan, dalam pengabdian ini masyarakat ditingkatkan kapasitasnya sehingga produk-produk UMK mereka bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Peningkatan kapasitas SDM tersebut dilakukan melalui 4 (empat) kegiatan utama yakni:

(1)Focus Group Discussion dengan melibatkan masyarakat Desa Bugisan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa saja yang diperlukan untuk menjadi sebuah desa wisata sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan serta lebih aktif. Dalam FGD ini msayarakat didorong untuk menemukenali potensi unggulan apa saja yang mereka miliki untuk dikembangkan menjadi desa wisata. (2)Pelatihan kepada anggota masyarakat yang memiliki Usaha Kecil Menengah, sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi untuk dipasarkan kepada wisatawan. Pelatihan berupa peningkatan kualitas produk makanan tradisional ampyang dan emping melinjo yang memiliki standar rasa, tampilan dan kemasan. Selain itu perajin UMK dibekali pengetahuan tentang strategi menjual produk mereka. (3)Sosialiasi Festival Candi Kembar yang menjadi ajang untuk mengenalkan produk UMK kepada pengunjung. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menampilkan produk UMK mereka dengan optimal. Persiapan yang dilakukan meliputi pengemasan produk, tampilan stand, kostum penjaga stand dan informasi yang harus diberikan kepada pengunjung tentang keunggulan produk mereka. (4)Promosi produk UMK melalui Festival Candi kembar, dimana produk UMK diperkenalkan kepada pengunjung festival tersebut.

Tim Pelaksana :

Dr.rer.pol. Dyah Widiyastuti, ST., M.CP.

Tyas Fitri Kurnia

Husna Zaiti Aqmar

Aska Nafsi Salimah

Elson G. Susilo

 

dyah_1

dyah_2

Copyright © 2013, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Indonesia |
tlp : +62 274 6492340 / 589595, |Fax: +62 274 6492340| email : geografi@geo.ugm.ac.id
Powered by Wordpress