Pelatihan ArcGIS Online sebagai Peningkatan Kompetensi webGIS bagi Dosen Departemen Sain Informasi Geografi (SaIG) Fakultas Geografi UGM

1Dalam rangka mendukung kerjasama ESRI, BIG dan UGM tentang  hibah perangkat lunak ArcGIS Platform kepada UGM oleh ESRI (http://www.ugm.ac.id/id/berita/9742-ugm.big.esri.indonesia.jalin.kerja.sama.pemanfaatan.geospasial) serta mengkatkan kapasitas dosen Departemen Sain Informasi Geografi (SaIG) Fakultas Geografi UGM dalam menguasai webGIS, maka Labaratorium SIG Fakultas Geografi mengadakan kegiatan “Pelatihan dan Diskusi ArcGIS Online” pada tanggal 20 Desember 2016. Pelatihan dan diskusi ini diikuti oleh 22 dosen. Pelatihan dapat berjalan dengan baik karena setiap peserta mendapatkan lisensi ArcGIS Online sebagai Publisher dari ESRI Indonesia. Hasil pelatihan dan diskusi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan sebagian dosen dan selanjutnya dapat ditularkan kepada anak didik sebagai salah satu pendukung materi pengajaran dan peningkatan kompetensi khususnya webGIS.

Acara pelatihan diawali dengan sambutan Kepala Laboratorium Sistem Infromasi Geografis, Bapak Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si. yang menyampaikan bahwa perkembangan webGIS dewasa ini berkembang dengan pesat baik sistem yang open source maupun berlisensi, serta semakin luas aplikasinya, sehingga diharapkan seluruh dosen Departeman SaIG bisa mengikuti dan telibat aktif dalam perkembangan GIS berbasis Internet tersebut. Selanjutnya pemberian materi oleh Bapak Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs dan Bapak R. Ibnu Rosyadi, S.Si., M.Cs. Materi pelatihan meliputi: ArcGIS Online sebagai User (membuat peta online), ArcGIS Online sebagai Publisher (analisis spasial secara online), dan Share, Embed, Publish ArcGIS Online di Website.

Pelaksanaan pelatihan sangat interaktif dengan diskusi dan praktik secara langsung keseluruhan materi. Salah satu peserta pelatihan berpendapat bahwa pelatihan dan diskusi sejenis sangat bagus dan perlu untuk diagendakan secara rutin, sebagai salah satu upgrading skill dosen dan tentu saja mengangkat tema-tema potensial yang berkembang secara berkelanjutan. Selain untuk disampaikan kembali kepada mahasiswa, pelatihan sejenis juga dapat meningkatkan ide-ide riset sesuai dengan bidang keilmuan para pengajar.

Keluarga Baru GEGAMA, Harapan Baru di Penghujung Tahun

Lima hari empat malam, waktu yang telah dihabiskan oleh para peserta pelantikan keluarga baru GEGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada) dilereng Gunung Lawu bagian selatan. Para peserta yang ini mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan selama masa materi ruang. Kegiatan lapangan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Diklatsar (Pendidikan Latihan Dasar) XXXIV GEGAMA yang persiapannya telah dimulai dari dua setengah bulan sebelumnya dan berakhir pada 24 Desember 2016 yang lalu. Para peserta telah melalui beberapa proses seleksi yaitu seleksi administrasi, seleksi fisik, seleksi kesehatan, seleksi materi ruang, dan seleksi surat izin.

DSC_0981

Upacara pelantikan keluarga baru GEGAMA mengambil lokasi di Lapangan Dusun Tlogo Dlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Peserta pelantikan terdiri dari dua puluh tujuh anggota Wiramuda, dua anggota reguler, dan dua anggota kehormatan serta dihadiri oleh panitia Diklatsar, pangurus, anggota reguler aktif, PAGEGA, Dekan Fakultas Geografi UGM (Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc.) dan beberapa sivitas akademika fakultas (Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si., Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., dan Bapak H. Gatot M.Y Wicaksono)

DSC_0976

Berikut daftar ke 27 anggota wiramuda, terdiri dari sebelas laki-laki dan enam belas perempuan yang merupakan mahasiswa dari tiga program studi yang ada di Fakultas Geografi UGM Angkatan 2015 dan 2016:

  1. Agnes Putri Devinta
  2. Ahmad Fikri
  3. Angga Prasetya
  4. Ariel Seto Adinugraha
  5. Arrin Zatiky
  6. Artha Parela
  7. Astry Zulky Permatasari
  8. Atika Retnaningsih
  9. Dewi Kartika Sari
  10. Emy Puspita Y
  11. Endrianto S
  12. Faizal Mustafa
  13. Heriandari Ht
  14. Hesti Rachma Ikhwani
  15. Idris Hanafi
  16. Kartika Ayu Wandari
  17. Karunia Pestiana
  18. Kintan Surya
  19. Kurniawati
  20. M Qodri A
  21. Mustafa Al Azmi
  22. Patria Marani Fatar
  23. Rahma Nafila Fitri
  24. Rakhmat Dwi Putra
  25. Rifqiya Nur Aisyah
  26. Shofi Khansa Aufa
  27. Wisnuaril Khoirul Lukman

DSC_1016

Selain 27 wiramuda, terdapat dua anggota wiramuda XXXIII yang dilantik menjadi anggota reguler yang aktif, yaitu Rosyita Alifiya (Program Studi KPJ 2014) dan Riki Saputra (Program Studi KPJ 2015). Sedangkan yang dilantik menjadi anggota kehormatan adalah Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc. dan Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.

Arutedja, begitulah nama yang disepakati untuk angkatan diklatsar XXXIV ini. Arutedja berasal dari bahasa sankserta yang merupakan singkatan dari gabungan kata Ari (gunung), utiana (hutan), dan tedja (cahaya). Gunung serta hutan menjadi salah satu simbol yang mewakili alam dan pencinta alam dan harapannya angkatan arutedja dapat menjadi percontohan yang baik, membawa, dan menularkan kebaikan bagaikan cahaya seperti namanya. (FGE/Rosyita)

Pemanfaatan Materi Lokal Dan Limbah Plastik Sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pemanfaatan Materi Lokal dan Limbah Plastik sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata merupakan kegiatan yang difokuskan untuk pengembangan objek dan daya tarik wisata. Pengembangan ini menggunakan materi lokal dan limbah plastik sebagai salah satu bahannya. Materi lokal dan limbah plastik yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi objek untuk meningkatkan daya tarik wisata. Pengembangan objek dan daya tarik wisata dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 di Desa Bugisan yang terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Desa ini dipilih karena memiliki banyak keunikan dan kekhasan yang menjadikannya sangat cocok dijadikan sebagai desa wisata. Desa wisata ini merupakan salah satu desa binaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Desa Bugisan sebagai desa binaan tidak terlepas dari lokasinya yang berada pada Kawasan Strategis Nasional (PKSN) Prambanan untuk aktivitas sosial budaya dan adanya situs Candi Plaosan yang merupakan warisan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk 1) Mengenalkan kepada masyarakat materi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, 2) Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan materi lokal dan limbah plastik.

Kegiatan ini diawali dengan penyusunan proposal pada Bulan Agustus,  dilanjutkan pelaksanaan kegiatan dan diakhiri dengan penyusunan laporan pada Bulan Oktober. Pelaksanaan dimulai dengan melakukan FGD (Focus Grup Discussion) bersama dengan masyarakat yang ada di Desa Wisata Bugisan. Masyarakat yang dilibatkan adalah pemuda dan warga kampung. FGD ini dimaksudkan untuk membahas mengenai atraksi wisata alternatif berbasis pesona alam. Kenampakan alam yang memiliki potensi untuk menjadi atraksi wisata adalah adanya aliran sungai. Oleh karena itu salah satu bentuk wisata yang dapat dikembangkan adalah wisata perahu. Wisatawan dapat menggunakan perahu untuk menikmati aliran sungai. Kegiatan selanjutnya adalah pra-workshop yang bertujuan untuk melakukan pemilihan bahan lokal dan material perahu. Perahu ini dibuat dengan bahan lokal yang ada disana dan sudah tidak terpakai yaitu kayu. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul dilakukan pembuatan perahu. Masyarakat mempraktekkan secara langsung proses pembuatan perahu. Mereka diberi pelatihan dalam pengolahan materi lokal agar kapasitas masyarakat dapat meningkat. Kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong dalam baik saat pengumpulan bahan lokal maupun proses pembuatannya.

Setelah perahu dari kayu terbentuk, diujicobakan oleh masyarakat dengan dibawa ke sungai. Namun sebelumnya, masyarakat bersama-sama turun ke sungai untuk membersihkan sampah-sampah yang ada disana. Kebersihan sungai menjadi hal penting karena objek wisata yang ditawarkan berasal dari sungai ini. Harapannya wisatawan menjadi lebih nyaman dan senang saat menaiki perahu. Pemanfaatan materi lokal sebagai alternatif daya tarik wisata dikembangkan guna mendukung kampung budaya Candi Plaosan yang merupakan salah satu kampung di Desa Bugisan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan suatu festival candi kembar. Festival ini merupakan bentuk promosi dari kampung budaya Candi Plaosan. Selain itu juga dibuat grand design kampung budaya Candi Plaosan untuk lebih menarik wisatawan ke lokasi ini.

LAMPIRAN 1 FOTO-FOTO KEGIATAN

rito1

 

rito2

Pemanfaatan Potensi Alam dan Budaya dalam Mendukung Festival Candi Kembar 2016 di Desa Bugisan, Prambanan

Desa Bugisan Kecamatan Prambanan adalah salah satu desa yang menjadi desa binaan dari Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Keberadaan sumberdaya lokal di desa iniberpotensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata, sehingga diupayakan branding wilayah Kampung Budaya Candi Plaosan yang berada di sekitar kawasan Candi Plaosan.Seiring proses penyiapan kelengkapan Kampung Budaya Candi Plaosan, perlu diadakan kegiatan yang bersifat sebagai batu loncatan agar sesegera mungkin dapat dikenal di masyarakat. Kesepakatan yang dihasilkan mengarah kepada pelaksanaan Festival Candi Kembar 2016.

joni1

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupaPemanfaatan Potensi Alam dan Budaya dalam Mendukung Festival Candi Kembar 2016 di Desa Bugisan, Prambananyang dilakukan dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2016 merupakan kegiatan yang difokuskan pada bagimana kemampuan warga di Desa Bugisan, Prambanan untuk mengemas seluruh potensi lokal yang ada dan bisa ditampilkan secara menarik didalam kegiatan Festival Candi Kembar. Prospek kedepan dari pemanfaatan kekayaan alam dan budaya melalui Festival Candi Kembar ini adalah akan menjadi ikon tersendiri bagi Desa Bugisan sebagai desa wisata budaya dan diharapkan akan memberikan dampak positif pada perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai berikut.

  1. Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peluang pengembangan aktivitas pariwisata berbasis potensi sumberdaya lokal.
  2. Meningkatkan pengetahuan terkait dengan pengembangan tata letak dan dekorasi saat pengadaan acara yang bertemakan budaya dan alam.
  3. Menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan setting dan dekorasi kegiatan Festival Candi Kembar 2016.

joni2

Candi Plaosan yang terbagi dalam dua kelompok kompleks, yaitu Candi Plaosan Kidul dan Candi Plaosan Lor

memiliki berbagai potensi alam dan budaya. Keberadaannya pada kawasan yang masih sangat alami serta dikelilingi oleh area persawahan milik warga,  pegunungan, hutan, dan desa-desa menjadi potensi alam yang dimiliki. Sedangkan ditinjau dari aspek budaya, potensi yang ada berupa arsitektur Candi Plaosan yang merupakan perpaduan corak Hindu-Budha. Selain itu banyak kesenian yang berkembang di desa ini, diantaranya kesenian Jathilan, musik Pring Sedapur, Gejog Lesung, dan Karawitan.Potensi-potensi yang ada kemudian dimanfaatkan dalam mendukung Festival Candi Kembar 2016sekaligusmenjadi sarana masyarakat untuk memahami aktivitas pariwisata berbasis sumberdaya lokal dengan cara bergotong-royong menyusun, merencanakan, dan melaksanakan pembuatan layout festival, layout panggung, gapura, dan gardu pandang.

 

Ketua Pelaksana : Joni Purwohandoyo, S.Si., M.Sc.

Asisten :

  1. Husna Zaiti Aqmar
  2. Elson G. Susilo
  3. Tyas Fitri K
  4. Azka Nafsi Salimah

Peningkatan Nilai Jual Produk Usaha Mikro Dan Kecil (Umk) Di Desa Wisata Bugisan Prambanan

Desa Bugisan yang berada pada administrasi Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan menjadi desa binaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Latar belakang penetapan desa ini dikarenakan potensi secara lokasi yang berada di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dalam rencana tata ruang wilayah nasional (RTRWN) Indonesia. Posisi strategis tersebut yang mengharuskan wilayah ini memiliki perkembangan yang pesat terkait dengan pembangunannya. oleh sebab itu, Universitas Gadjah Mada yang dalam hal ini melalui Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi melakukan pendampingan untuk menggapai target-target pembangunan yang dimaksud. Salah satu bentuk tindak lanjutnya yaitu melakukan pendampingan untuk meningkatkan nilai jual produk usaha mikro dan kecil (UMK).

Peningkatan nilai jual produk usaha mikro dan kecil (UMK) di Desa Wisata Bugisan, Prambanan, membutuhkan berbagai persiapan yang dapat memudahkan jalan menggapai tujuan tersebut. Tidak hanya persiapan material dan teknis, dibutuhkan pula suatu sarana kegiatan yang dapat dijadikan sebagai momentum memperkenalkan produk dan meningkatkan nilai jual usaha mikro dan kecil (UMK) di Desa Bugisan, Prambanan. Desa Bugisan yang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Indonesia termasuk ke dalam Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) memiliki potensi besar yang sangat memungkinkan dieksplorasi lebih jauh, utamanya untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Wisata Bugisan. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Bugisan adalah keberadaan Candi Plaosan yang memiliki pesona pemandangan yang indah kala fajar terbit dan tenggelam. Hal ini kemudian dijadikan salah satu branding Desa Bugisan, yakni “Kampung Budaya Candi Plaosan”. Setelah ditetapkannya branding tersebut, langkah selanjutnya untuk dapat memperkenalkan produk UMK Desa Bugisan adalah dengan mendatangkan orang-orang dari luar ke Desa Bugisan. Caranya adalah dengan membuat Festival Candi Kembar: kegiatan (event) memanfaatkan keindahan panorama Candi Plaosan terutama pada saat senja yang persiapannya dilakukan secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat Desa Bugisan.

Berbagai tahapan kegiatan dalam rangka mempersiapkan produk dan meningkatkan nilai jual produk UMK Desa Bugisan dilakukan sejak bulan Agustus 2016. Tahapan paling awal adalah perumusan konsep Festival Candi Kembar melalui focused group discussion (FGD) seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan warga Desa Bugisan. Forum FGD tersebut digunakan untuk menjaring seluruh ide dan aspirasi dari pihak-pihak yang nantinya akan terlibat langsung dalam pelaksanaan Festival Candi Kembar. Selain itu, sesi FGD juga dimanfaatkan untuk memetakan potensi UKM-UKM yang mungkin akan dapat muncul dan berkembang di Desa Bugisan, yang produknya akan dipamerkan pada saat pelaksanaan Festival Candi Kembar. Tahap persiapan awal ini selain menggelar sesi-sesi rapat dan diskusi, terdapat juga aktivitas pekerjaan nyatanya, yakni membersihkan sungai (merti kali) yang mengalir di Desa Bugisan, membuat gapura sambutan selamat datang untuk menyambut para tamu penikmat Festival Candi Kembar, dan lain sebagainya.

Salah satu yang dapat meningkatkan nilai jual suatu produk adalah kemasan atau packaging. Tidak hanya produk-produk yang diproduksi massal atau besar-besaran saja yang harus mementingkan kemasan, tetapi juga produk-produk UKM. Perbaikan kemasan, apapun produknya, dapat mempengaruhi pertimbangan calon pembeli mengenai harga yang ditawarkan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan nilai jual produk UKM di Desa Wisata, pengenalan tentang kemasan yang baik dan menarik juga menjadi suatu hal yang cukup penting. Masyarakat Desa Bugisan, khusunya para pelaku UKM, dikenalkan kepada pentingnya kemasan suatu produk melalui kegiatan workshop pelatihan pengolahan produk dan packaging terhadap UKM. Para pelaku diperlihatkan contoh-contoh kemasan yang baik dan menarik, dan kemudian setelah itu diajak berkreasi sesuai dengan kreativitas masing-masing individu untuk membuat kemasan-kemasan yang baik dan menarik untuk produk-produk UKM mereka.

Ketua pelaksana : Agung Satriyo N., S.Si., M.Sc

Asisten :

  1. Elson G. Susilo
  2. Azka Nafsi Salimah
  3. Husna Zaiti Aqmar
  4. Tyas Fitri K

agung

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia untuk mendukung Nilai Jual Produk UMK di Desa Wisata Bugisan, Prambanan

Desa Bugisan Kecamatan Prambanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Pembangunan desa wisata berbasis masyarakat menempatkan masyarakat sebagai subjek atau pelaku, sehingga kapasitas sumberdaya manusia menjadi salah satu faktor kunci pembangunan. Desa Bugisan memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi daerah tujuan wisata, mulai dari potensi alam, budaya, maupun masyarakatnya. Sebagai daerah tujuan wisata, pengembangan Desa Bugisan mendapat dukungan yang besar dari masyarakat sebagai penggerak utama kegiatan wisata. Dukungan tersebut juga diberikan melalui produk-produk Usaha Kecil Menengah (UMK) berbasis bahan lokal.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini menjadi sarana untuk mengolah dan mengembangkan potensi-potensi tersebut  menjadi daya tarik wisata di Desa Bugisan. Menyadari pentingnya peran SDM, kegiatan pendampingan “Peningkatan nilai Jual Produk UMK di Desa Wisata Bugisan Prambanan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengolah produk UMK mereka sehingga memiliki nilai tambah dan dapat disinergikan dengan aktivitas desa wisata Bugisan. Pada bulan Agustus hingga Oktober  2016 serangkaian kegiatan berupa: FGD, pelatihan dan sosialisasi dilakukan di Desa Bugisan, dalam pengabdian ini masyarakat ditingkatkan kapasitasnya sehingga produk-produk UMK mereka bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Peningkatan kapasitas SDM tersebut dilakukan melalui 4 (empat) kegiatan utama yakni:

(1)Focus Group Discussion dengan melibatkan masyarakat Desa Bugisan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa saja yang diperlukan untuk menjadi sebuah desa wisata sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan serta lebih aktif. Dalam FGD ini msayarakat didorong untuk menemukenali potensi unggulan apa saja yang mereka miliki untuk dikembangkan menjadi desa wisata. (2)Pelatihan kepada anggota masyarakat yang memiliki Usaha Kecil Menengah, sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi untuk dipasarkan kepada wisatawan. Pelatihan berupa peningkatan kualitas produk makanan tradisional ampyang dan emping melinjo yang memiliki standar rasa, tampilan dan kemasan. Selain itu perajin UMK dibekali pengetahuan tentang strategi menjual produk mereka. (3)Sosialiasi Festival Candi Kembar yang menjadi ajang untuk mengenalkan produk UMK kepada pengunjung. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menampilkan produk UMK mereka dengan optimal. Persiapan yang dilakukan meliputi pengemasan produk, tampilan stand, kostum penjaga stand dan informasi yang harus diberikan kepada pengunjung tentang keunggulan produk mereka. (4)Promosi produk UMK melalui Festival Candi kembar, dimana produk UMK diperkenalkan kepada pengunjung festival tersebut.

Tim Pelaksana :

Dr.rer.pol. Dyah Widiyastuti, ST., M.CP.

Tyas Fitri Kurnia

Husna Zaiti Aqmar

Aska Nafsi Salimah

Elson G. Susilo

 

dyah_1

dyah_2

Children’s Body Mapping

SDGs (Sustainable Development Goals) yang mulai dilaksanakan tahun 2015 hingga 2030 menjadi tonggak baru komitmen masyarakat internasional pada agenda pembangunan global untuk meneruskan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).SDGs memiliki 17 tujuan, tujuan yang ketiga adalah Good Health andWell-Being, yaitu memastikan hidup yang sehat dan menggalakkan kesejahteraan untuk semua usia, termasuk anak-anak.Salah satu hak anak adalah hak untuk mendapatkan perlindungan, salah satunya adalah mewujudkan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan bebas ancaman maupun tindakan kekerasan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil lokasi di Kampung Warungboto, yang merupakan salah satu Laboratorium Alam Departemen Geografi Pembangunan,mengambil tema ‘Body Mapping’ sebagai upaya untuk mewujudkan perlindungan terhadap anak.

Boddy Mapping memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengenalan tubuh anak sebagai upaya agar sejak dini anak-anak dapat menjaga tubuh mereka dan terhindar dari kekerasan baik psikis maupun fisik.Tujuan dari kegiatan ini adalah: anak-anak mengenali bagian-bagian tubuh mana yang sifatnya privasi sejak dini; anak-anak dapat menjaga tubuh mereka sendiri; anak-anak dapat terhindar dari kekerasan baik psikis maupun fisik; terjalinnya komunikasi yang lebih baik antara anak dan orang tua; dan meningkatkan kepedulian orang tua dan masyarakat terhadap kehidupan sosial anak-anak.Metode Body Mapping diadopsi dari metode yang telah dikembangkan oleh Early Childhood Care and Development Resource Center (ECCD-RC).

alia

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2016 ini diikuti oleh 30 anak dari RT 29 Kampung Warungboto.Anak-anak tersebut dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan usia dan jumlah anak, yaitu 1 kelompok usia TK dan 4 kelompok usia SD.Metode pembelajaran diberikan sesuai dengan usia anak-anak.Pendidikan body mappinguntuk anak-anak usia TK dilakukan dengan memberikan gambar laki-laki dan perempuan.Pelajaran sederhana yang dilakukan adalahmulai sejak dini dengan menyebutkan bagian-bagian tubuh. Diskusi selanjutnya adalah dengan mengajari anak-anak cara membersihkan alat genitalnya dengan benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB), agar anak dapat mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Pendidikan ini pun secara tidak langsung dapat mengajari anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya.Aktifitas selanjutnya adalah anak-anak menempelkan gambar pakaian yang sopan dan sesuai untuk laki-laki atau perempuan, sehingga anak-anak diajari untuk selalu berpakaian sopan agar terhindar dari kekerasan.Pendidikan body mappinguntuk anak usia SD dilakukan dengan cara menggambar tubuh anak di atas kertas dan dilakukan secara berkelompok.Selanjutnya anak-anak diberi pemahaman dan menandai bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi pada gambar tubuh anak yang telah digambar di kertas.Bagian tubuh pribadi tersebut adalah: mulut, dada, alat vital dan pantat.Anak-anak diberikan pemahaman jika bagian-bagian tubuh tersebut hanya boleh dilihat/disentuh oleh anak sendiri, orang tua, dan dokter yang memeriksa apabila bagian tubuh tersebut sakit.

TIM PELAKSANA PENGABDIAN

 

No. Nama Keterangan
1. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA Ketua Kegiatan
2. Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Sc. Anggota
3. M. Isnaini Sadali, M.Sc. Anggota
4. Dr. Andri Kurniawan, M.Si. Anggota
5. Sarash Amalia P. Asisten

Mental Map dan Mental Sehat Untuk Lansia

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2013 jumlah penduduk Kota Yogyakarta mencapai 391.360 jiwa dan pada tahun 2014 jumlah penduduknya mencapai 400.467 jiwa. Dalam kurun waktu 1 tahun Kota Yogyakarta pertumbuhan penduduk sebesar 0,02% (Statistik Kota Yogyakarta, 2015). Salah isu kependudukan di Kota Yogyakarta adalah populasi kelompok lansia di Kota Yogyakarta cukup tinggi. Berdasarkan data sensus tahun 2010 jumlah lansia di Kota Yogyakarta adalah 12,96% dari jumlah penduduk total.  Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan persentase lansia nasional yang berjumlah 7,59% (SurveyMETER dan CAS UI, 2013).

Banyaknya kelompok usia lansia tersebut memerlukan adanya perhatian khusus agar kesejahteraan lansia dapat terjaga dengan baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Aggriani, dkk (2016) melalui Kegiatan PKM-P 2016, salah satu kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi keinginan lansia adalah kegiatan rekreasi. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Posyandu Lansia Kampung Warungboto (yang merupakan salah satu Laboratorium Alam Departemen Geografi Pembangunan) adalah memfasilitasi kebutuhan lansia akan rekreasi. Kegiatan rekreasi untuk kaum lansia tersebut bertujuan: dapat memberikan hiburan/refreshing untuk meningkatkan kesehatan jiwa;dapat melakukan aktivitas fisik untuk kesehatan raga; dan menstimulan ingatan dengan praktek mental mapping rute dari rumah sampai lokasi rekreasi karena pada umumnya lansia di Kota Yogyakarta sudah jarang melakukan kegiatan bepergian. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengunjungi dan melakukan aktivitas di Pantai Depok,Parangtritis. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas kaum lansia karena meningkatnya ingatan, kesehatan jiwa dan raga.

andri1

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 Oktober 2016 mulai pukul 06.00 – 12.00 WIB dan diikuti oleh 60 lansia RW 8 Kampung Warungboto. Lokasi pertama yaitu Laboratorium Geospasial, di laboratorium ini para lansia disuguhi film mengenai terbentuknya gumuk pasir Parangtritis dan sejarah pembangunan laboratorium berserta filosofi bangunan laboratorium ini. Untuk melatih ingatan lansia, diberikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi dalam film tersebut. Kegiatan selanjutnya yang dilaksanakan di laboratorium ini adalah membuat mental map.Sebelum para lansia melaksanakan kegiatan mental map, ada pembekalan materi oleh ketua tim mengenai kecerdasan spasial. Terdapat 6 kelompok lansia dalam kegiatan mental map ini. Kegiatan ketiga yang dilakukan di laboratorium ini adalah tour keliling laboratorium yang terdiri dari 4 lantai. Tentu saja kegiatan ini hanya dilakukan oleh lansia yang masih mampu kuat berjalan jauh/menaiki tangga.

Pada kira-kira pukul 10.00 WIB, rombongan berpindah lokasi menuju Pantai Depok. Kegiatan pertama yang dilaksanakan di lokasi ini adalah permainan melatih konsentrasi yang dipimpin oleh Tim Mahasiswa/Asisten. Kemudian dilanjutkan dengan menikmati hidangan laut (ikan laut) yang sehat dan mengandung banyak nutrisi yang baik untuk lansia. Kegiatan ditutup dengan berjalan-jalan menikmati keindahan dan udara bersih Pantai Depok agar jasmani dan rohani lansia kembali segar dan sehat. Rombongan lansia meninggalkan Pantai Depok pada pukul 12.00 WIB. Para lansia menyatakan kebahagiaannya mengikuti acara ini, dan berharap akan ada kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya untuk mereka. Tidak lupa para lansia mengucapkan banyak terima kasih kepada Fakultas Geografi UGM.

TIM PELAKSANA PENGABDIAN

No.

Nama Keterangan
1. Dr. Andri Kurniawan, M.Si Ketua Kegiatan
2. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA Anggota
3. M. Isnaini Sadali, M.Sc. Anggota
4. Dr. Estuningtyas Wulan Mei, M.Sc. Anggota
5. Merryna Anggriani Asisten

Children’s Safe Environment Map

SDGs (Sustainable Development Goals) yang mulai dilaksanakan tahun 2015 hingga 2030menjadi tonggak baru komitmen masyarakat internasional pada agenda pembangunan global untuk meneruskan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).SDGs memiliki 17 tujuan, tujuan yang ketiga adalah Good Health andWell-Being, yaitu memastikan hidup yang sehat dan menggalakkan kesejahteraan untuk semua usia, termasuk anak-anak.Salah satu hak anak adalah hak untuk mendapatkan perlindungan, salah satunya adalah mewujudkan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan bebas ancaman maupun tindakan kekerasan.Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil lokasi di Kampung Warungboto, yang merupakan salah satu Laboratorium Alam Departemen Geografi Pembangunan, mengambil tema ‘Children’s Safe Environment Map’ sebagai upaya untuk mewujudkan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman.

Tujuan dari kegiatan ini adalah: anak-anak mengenali lingkungan tumbuh kembangnya; anak-anak dapat menyampaikan aspirasinya terkait lingkungan tumbuh kembangnya; anak-anak dapat mempresentasikan deskripsi lingkungan tumbuh kembangnya dan pengalamannya tumbuh di lingkungan tersebut; dan anak-anak dapat memetakan dan membuat peta lingkungan yang aman bagi tumbuh kembangnya.Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 anak-anak yang terbagi dalam dua kelompok yakni anak usia TK dan anak usia SD. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah dengan memetakan lingkungan bermain anak-anak, lingkungan rumah, diikuti dengan penjelasan mengenai lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk bermain serta pengalaman anak-anak tumbuh di lingkungan tersebut, dan beberapa penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan ketika bertemu dengan orang asing. Dengan menggunakan citra penginderaan jauh beresolusi tinggi yang diambil dari Googlemap, anak-anak melakukan pemetaan partisipatif. Dalam kegiataan ini, anak-anak sekaligus belajar mental map dan pengetahuan keruangan (membaca peta dan citra).

Hasil diskusi dan pemetaan lokasi bermain anak (dengan menggunakan peta dan pengecekan lokasi) , terdapat dua lokasi yang sering digunakan anak-anak RT 29 untuk bermain setiap harinya, yakni di pelataran TK ABA dan di TK Aisyiah, hampir setiap hari sepulang sekolah anak-anak bermain di dua tempat ini. Walaupun ada pula anak-anak yang bermain di tempat yang tidak seharusnya, misalnya sungai dan makam. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar orang tua dan masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam memfasilitasi dan mendengarkan suara anak mengenai lingkungan yang baik dan aman untuk tumbuh kembang mereka, serta orang tua dapat dengan mudah mengawasi anak-anak dengan mengetahui di mana anak-anakmenghabiskan waktu untuk bermain.

estu

estu2

Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sehat bagi Kaum Lansia

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2013 jumlah penduduk Kota Yogyakarta mencapai 391.360 jiwa dan pada tahun 2014 jumlah penduduknya mencapai 400.467 jiwa. Dalam kurun waktu 1 tahun Kota Yogyakarta pertumbuhan penduduk sebesar 0,02% (Statistik Kota Yogyakarta, 2015). Salah isu kependudukan di kota ini adalah populasi kelompok lansia di Kota Yogyakarta cukup tinggi, yaitu 12,96% dari jumlah penduduk total (Sensus, 2010) jauh lebih besar dibandingkan persentase lansia nasional yaitu 7,59% (SurveyMETER dan CAS UI, 2013). Banyaknya kelompok usia lansia tersebut memerlukan adanya perhatian khusus agar kesejahteraan lansia dapat terjaga dengan baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Aggriani, dkk (2016) melalui kegiatan PKM-P 2016, salah satu kebutuhan utama yang dikeluhkan oleh lansia di Kota Yogyakarta adalah terkait kondisi kesehatan.Seluruh lansia dalam penelitian tersebut menyatakan kesehatan tubuh yang baik merupakan harapan utama bagi para lansia agar tetap dapat beraktivitas dengan baik tanpa menggantungkan diri pada orang lain dan agar lebih produktif sehingga tidak tersingkirkan dari masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di salah satu Laboratorium Alam Departemen Geografi Pembangunan, yaitu di Kampung Warungboto.Berdasarkan informasi dari Pengurus Lansia di kampung tersebut, selama ini dalam kegiatan Posyandu Lansia hanya ada pelayanan kesehatan berupa penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemberian pil kalk dan vitamin B kompleks.Oleh sebab itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, akan dilaksanakan peyuluhan dan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam urat yang penting untuk kaum lansia.Tujuan kegiatan ini: memberikan pemahaman mengenai lingkungan sehat; memberikan pengetahuan mengenai makanan dan pola hidup sehat; dan memberikan pelayan kesehatan untuk lansia.Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi lansia.Dampak yang diharapkan adalah meningkatkan kualitas lansia melalui peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan kesehatan pada Posyandu Lansia.

Pembangunan Wilayah tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik semata, akan tetapi membangun lingkungan sosial dan pendukung bagi kehidupan sosial-masyarakat juga termasuk dalam kegiatan pembangunan wilayah. Kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan lansia di Kampung Warungboto ini dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2016 mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB dan diikuti 45 lansia dan pengurus lansia RW 8 Kampung Warungboto.Kegiatan yang pertama berupa penyuluhan kesehatan dengan tema ‘Penyakit pada Lansia’ oleh dr. Hanni Handayani Budi Nagari dari PUSKESMAS Wirobrajan dan merupakan Koordinator Klub Prolanis DM-HT BPJS Kesehatan.Materi dari penyuluhan tersebut adalah jenis-jenis penyakit yang sering diderita kaum lansia beserta cara menghindari maupun mengurangi dampaknya. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan juga mendiskusikan tentang pola hidup sehat dan dukungan lingkungan sekitar bagi kesehatan lansia. Unsur pendukung kesehatan dalam masyarakat salah satunya adalah lingkungan yang sehat, dengan adanya lingkungan yang sehat maka dapat mencegah penularan atau penyebaran penyakakit maupun perburukan suatu penyakit.Kegiatan yang kedua adalah pemeriksaan kesehatan berupa gula darah, kolesterol dan asam urat oleh dr. Rahma Yuantari, M.Sc., Sp.PK dan tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

isnaini1

TIM PELAKSANA PENGABDIAN

 

No. Nama Keterangan
1. M. Isnaini Sadali, M.Sc. Ketua Kegiatan
2. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA Anggota
3. Dr. Andri Kurniawan, M.Si. Anggota
4. Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Sc. Anggota
5. Intan Mawar Tiani

Asisten

Copyright © 2013, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Indonesia |
tlp : +62 274 6492340 / 589595, |Fax: +62 274 6492340| email : geografi@geo.ugm.ac.id
Powered by Wordpress