• Home
  • Rilis
  • Pemanfaatan Materi Lokal Dan Limbah Plastik Sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata

Pemanfaatan Materi Lokal Dan Limbah Plastik Sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pemanfaatan Materi Lokal dan Limbah Plastik sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata merupakan kegiatan yang difokuskan untuk pengembangan objek dan daya tarik wisata. Pengembangan ini menggunakan materi lokal dan limbah plastik sebagai salah satu bahannya. Materi lokal dan limbah plastik yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi objek untuk meningkatkan daya tarik wisata. Pengembangan objek dan daya tarik wisata dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 di Desa Bugisan yang terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Desa ini dipilih karena memiliki banyak keunikan dan kekhasan yang menjadikannya sangat cocok dijadikan sebagai desa wisata. Desa wisata ini merupakan salah satu desa binaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Desa Bugisan sebagai desa binaan tidak terlepas dari lokasinya yang berada pada Kawasan Strategis Nasional (PKSN) Prambanan untuk aktivitas sosial budaya dan adanya situs Candi Plaosan yang merupakan warisan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk 1) Mengenalkan kepada masyarakat materi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, 2) Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan materi lokal dan limbah plastik.

Kegiatan ini diawali dengan penyusunan proposal pada Bulan Agustus,  dilanjutkan pelaksanaan kegiatan dan diakhiri dengan penyusunan laporan pada Bulan Oktober. Pelaksanaan dimulai dengan melakukan FGD (Focus Grup Discussion) bersama dengan masyarakat yang ada di Desa Wisata Bugisan. Masyarakat yang dilibatkan adalah pemuda dan warga kampung. FGD ini dimaksudkan untuk membahas mengenai atraksi wisata alternatif berbasis pesona alam. Kenampakan alam yang memiliki potensi untuk menjadi atraksi wisata adalah adanya aliran sungai. Oleh karena itu salah satu bentuk wisata yang dapat dikembangkan adalah wisata perahu. Wisatawan dapat menggunakan perahu untuk menikmati aliran sungai. Kegiatan selanjutnya adalah pra-workshop yang bertujuan untuk melakukan pemilihan bahan lokal dan material perahu. Perahu ini dibuat dengan bahan lokal yang ada disana dan sudah tidak terpakai yaitu kayu. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul dilakukan pembuatan perahu. Masyarakat mempraktekkan secara langsung proses pembuatan perahu. Mereka diberi pelatihan dalam pengolahan materi lokal agar kapasitas masyarakat dapat meningkat. Kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong dalam baik saat pengumpulan bahan lokal maupun proses pembuatannya.

Setelah perahu dari kayu terbentuk, diujicobakan oleh masyarakat dengan dibawa ke sungai. Namun sebelumnya, masyarakat bersama-sama turun ke sungai untuk membersihkan sampah-sampah yang ada disana. Kebersihan sungai menjadi hal penting karena objek wisata yang ditawarkan berasal dari sungai ini. Harapannya wisatawan menjadi lebih nyaman dan senang saat menaiki perahu. Pemanfaatan materi lokal sebagai alternatif daya tarik wisata dikembangkan guna mendukung kampung budaya Candi Plaosan yang merupakan salah satu kampung di Desa Bugisan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan suatu festival candi kembar. Festival ini merupakan bentuk promosi dari kampung budaya Candi Plaosan. Selain itu juga dibuat grand design kampung budaya Candi Plaosan untuk lebih menarik wisatawan ke lokasi ini.

LAMPIRAN 1 FOTO-FOTO KEGIATAN

rito1

 

rito2

Copyright © 2013-2017, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Indonesia |
tlp : +62 274 6492340 / 589595, |Fax: +62 274 6492340| email : geografi@geo.ugm.ac.id
Powered by Wordpress