Children’s Safe Environment Map

SDGs (Sustainable Development Goals) yang mulai dilaksanakan tahun 2015 hingga 2030menjadi tonggak baru komitmen masyarakat internasional pada agenda pembangunan global untuk meneruskan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).SDGs memiliki 17 tujuan, tujuan yang ketiga adalah Good Health andWell-Being, yaitu memastikan hidup yang sehat dan menggalakkan kesejahteraan untuk semua usia, termasuk anak-anak.Salah satu hak anak adalah hak untuk mendapatkan perlindungan, salah satunya adalah mewujudkan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan bebas ancaman maupun tindakan kekerasan.Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil lokasi di Kampung Warungboto, yang merupakan salah satu Laboratorium Alam Departemen Geografi Pembangunan, mengambil tema ‘Children’s Safe Environment Map’ sebagai upaya untuk mewujudkan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman.

Tujuan dari kegiatan ini adalah: anak-anak mengenali lingkungan tumbuh kembangnya; anak-anak dapat menyampaikan aspirasinya terkait lingkungan tumbuh kembangnya; anak-anak dapat mempresentasikan deskripsi lingkungan tumbuh kembangnya dan pengalamannya tumbuh di lingkungan tersebut; dan anak-anak dapat memetakan dan membuat peta lingkungan yang aman bagi tumbuh kembangnya.Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 anak-anak yang terbagi dalam dua kelompok yakni anak usia TK dan anak usia SD. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah dengan memetakan lingkungan bermain anak-anak, lingkungan rumah, diikuti dengan penjelasan mengenai lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk bermain serta pengalaman anak-anak tumbuh di lingkungan tersebut, dan beberapa penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan ketika bertemu dengan orang asing. Dengan menggunakan citra penginderaan jauh beresolusi tinggi yang diambil dari Googlemap, anak-anak melakukan pemetaan partisipatif. Dalam kegiataan ini, anak-anak sekaligus belajar mental map dan pengetahuan keruangan (membaca peta dan citra).

Hasil diskusi dan pemetaan lokasi bermain anak (dengan menggunakan peta dan pengecekan lokasi) , terdapat dua lokasi yang sering digunakan anak-anak RT 29 untuk bermain setiap harinya, yakni di pelataran TK ABA dan di TK Aisyiah, hampir setiap hari sepulang sekolah anak-anak bermain di dua tempat ini. Walaupun ada pula anak-anak yang bermain di tempat yang tidak seharusnya, misalnya sungai dan makam. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar orang tua dan masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam memfasilitasi dan mendengarkan suara anak mengenai lingkungan yang baik dan aman untuk tumbuh kembang mereka, serta orang tua dapat dengan mudah mengawasi anak-anak dengan mengetahui di mana anak-anakmenghabiskan waktu untuk bermain.

estu

estu2

Copyright © 2013-2017, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Indonesia |
tlp : +62 274 6492340 / 589595, |Fax: +62 274 6492340| email : geografi@geo.ugm.ac.id
Powered by Wordpress