Keterangan artikel
Artikel ini dipublikasikan pada 02 October 2007 pukul 03:10 dan bertopik Artikel.
Ikuti perkembangan artikel ini melalui RSS 2.0 feed.
Artikel ini tidak dapat ditanggapi, namun anda bisa melacakbalik dari situs kami.
Recent entries
- Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMA 2010
- Pidato Lektor Kepala
- Sertifikasi ISO 9001:2008 Fakultas Geografi UGM
- Peresmian Rumah Dinas Dekan Fakultas Geografi UGM
- Pelantikan Pejabat Baru Universitas dari Fakultas Geografi UGM
- SEMINAR NASIONAL “MANAJEMEN PULAU-PULAU TERLUAR NKRI”
- PT.Evans Indonesia ( Recruitment)
- INTERNATIONAL SEMINAR ON SLUM UPGRADING TOWARDS SUSTAINABLE HABITAT SYSTEM DEVELOPMENT
- PT. BIO INTI AGRINDO
- PT SMART Tbk Membutuh Tenaga Survai
Topik: Artikel
Manajemen Bencana
admin on October 2, 2007
Fenomena alam yang terjadi dewasa ini sungguh tak dapat diduga sampai-samapai rasio kita tidak sampai. Kejadian alam yang terjadi dewasa ini sangat beragam, siapa yang salah??? Peristiwa alam ini lebih banyak dipicu oleh sentuhan tangan manusia baik yang legal maupun yang ilegal. Bencana yang merenggut nyawa, harta, dan dampak trauma psikologis yang mendalam akan duka cita, dan meninggalkan monumen murka alam bagi yang pelaku yang mengalaminya.
Bencana ini akan menjadi pelajaran sekaligus guru yang berharga bagi masyarakat, selain berserah diri pada-Nya juga ada suatu upaya kongkrit yang dilaksanakan secara faktual dalam memahami dan mengantisipasi kondisi alam secara teoretis logis, salah satu wujudnya melalui konservasi alam perbukitan yang akan menjadi kawasan penyangga (daerah resapan dan cadangan air) kehidupan manusia dan ekosistem lainnya. Bentuk upaya kongkrit publik tersebut adalah berbagi peran dalan pelaksanaan pemeliharaan kawasan hijau, posisi birokrat sebagai pelaksana dan pembuat policy diharapkan dapat mengakomodir persoalan serta melegitimasi hak masyarakat. Gerakan yang sinergitas antara masing-masing elemen komponen tersebut dalam menyelamatkan alam lingkungan,yang diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif pasca bencana. Pemulihan (recovery) kondisi masyarakat pasca bencana akan lebih solid ketika kita mencoba membangun manajemen bencana (management disaster) agar siklus normalisasi kehidupan termasuk rehabilitasi tercapai dengan rentang waktu yang sesingkat-singkatnya.
Dengan melihat manajemen bencana sebagai sebuah kepentingan masyarakat kita berharap berkurangnya korban nyawa dan kerugian harta benda. Dan yang terpenting dari manajemen bencana ini adalah adanya suatu langkah konkrit dalam mengendalikan bencana sehingga korban yang tidak kita harapan dapat terselamatkan dengan cepat dan tepat dan upaya untuk pemulihan pasca bencana dapat dilakukan dengan secepatnya.
Pengendalian itu dimulai dengan membangun kesadaran kritis masyarakat dan pemerintah atas masalah bencana alam, menciptakan proses perbaikan total atas pengelolaan bencana, penegasan untuk lahirnya kebijakan lokal yang bertumpu pada kearifan lokal yang berbentuk peraturan nagari dan peraturan daerah atas menejemen bencana. Yang tak kalah pentingnya dalam manajemen bencana ini adalah sosialisasi kehatian-hatian terutama pada daerah rawan bencana.
[Berbagai sumber]